Teranyar

    Shin Tae-yong Ingin Dikudeta

    11 December 2020 17:59
    Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (Foto: PSSI)
    Jika Shin Tae-yong, dijanjikan PSSI akan datang Jumat, 11 Desember 2020. Bukan berarti akan mulus-mulus saja.





    Menjelang AFF U-19 Championship di Uzbekistan
    SHIN TAE-YONG INGIN Di KUDETA

    Shin Tae-yong, pelatih tim Indonesia U-19, menurut mBah Coco, sengaja dibuat marah, sengaja dibuat jengkel oleh Indra Sjafri, yang disuruh Iwan Bule, sebagai ketua Umum PSSI 2019 – 2023. Ujung-ujungnya, Shin Tae-yong, mundur atau sengaja dipecat. Dan, skenarionya, diambil alih Indra Sjafri.

    Dari analisis mBah Coco, sejak Shin Tae-yong dikontrak PSSI, akhir Desember 2019. PSSI dibawah komando Iwan Bule, sangat tidak paham, apa dan bagaimana tugas seorang pelatih nasional sebuah negara? Syarat-syarat yang diminta PSSI, dan juga yang diminta Shin Tae-yong, harus dijalankan. Tidak boleh ada yang menang-menangan. Semua tujuan utamanya, prestasi tim nasional.

    Hanya saja, menurut mBah Coco, pelatih nasional wajib punya “privelege” yang tidak bisa diganggugugat oleh presiden PSSI, direktur teknik PSSI, atau pun presiden negaranya. Yaitu, hak pemanggilan pemain, hak memilih asistennya,  hak menggunakan taktik strategi dan formasinya. Dan, yang terakhir, mencari latih tanding dan ujicoba. Semunya, tak pernah bisa dikompromikan. Induk organisasi PSSI, hanya bisa menjalankan dan menfasilitasi keinginan sang pelatih.

    Namun, sejak Januari 2020, Shin Tae-yong, sudah diganggu. Menjelang pelatnas di Thailand, pelatih asal Korea Selatan, sudah memutuskan dan menunjuk Indra Sjafri dan Nova Arianto, sebagai pelatih asal Indonesia. Sedangkan, asisten asal Korea Selatan, sudah menjadi satu paket, saat kontrak ditandatngani.

    Baru, menginjak kaki di negara Thailand, Indra Sjafri, atas instruksi Iwan Bule, memutuskan mundur dari asisten Shin Tae-yong. Kemudian, ditunjuk Iwan bule, sebagai Direktur Teknis PSSI, menggantikan posisi Danurwindo. Bagi mBah Coco, ini sudah kesewenang-wenangan Iwan Bule, yang sejak duduk di “kursi panas”, nggak paham apa pun tentang sepak bola.

    Nggak nalar, Indra Sjafri yang ditunjuk menjadi asistennya Shin Tae-yong, hanya dalam hitungan hari, menjadi bos-nya Shin Tae-yong, dalam urusan menentukan apa saja menjelang pembentukan tim Indonesia U-19, yang disiapkan ke AFF U-19 Championship, di Uzbekistan.

    Dosa pertama PSSI, yang dibangun Indra Sjafri dan Iwan Bule, dalam mengganggu semua program Shin Tae-yong. Jika, sejak awal Shin Tae-yong memilih Korea Selatan, untuk mengasah fisik dan mental, termasuk menjalankan program ujicobanya. Diobrak-abrik oleh Indra Sjafri, bersama para “calo”, untuk memindahkan pelatnas ke Kroasia.

    Hasilnya, manajemen tim Indonesia U-19 selama pelatnas di Kroasia, tak memiliki tiket pulang ke Indonesia. Akibatnya, Menteri Luar Negeri Indonesi dan Kroasia, serta Imigrasi Indonesia dan Kroasia, serta manajemen Menpora, Zainuddin Amali, pontang-panting memberi jaminan. Bahwa, tim Indonesia U-19 bukan imgran gelap, selama di Kroasia.

    Dosa kedua, sejak pulang dari Kroasia, Shin Tae-yong berjanji akan balik ke Indonesia, 1 Desember 2020, untuk mempersiapkan pelatnas terakhir, sebelum bertempur di AFF U-19 Championship, 3 – 20 Maret 2021 di Uzbekistan. Awalnya, Shin Tae-yong meminta pelatnas di Korea Selatan. Namun, Indra Sjafri lagi-lagi menggangu konsentrasi mental dan cara kerja pelatih tim Indonesia.

    Menurut mBah Coco, diibaratkan Shin Tae-yong ingin memasak dan jago meracik masakan Sap Kambing. Tapi, Indra Sjafri justru kasih, bumbu-bumbu yang dominan membuat Rawon. Nggak nyambung, bukan?

    Jika Shin Tae-yong, dijanjikan PSSI akan datang Jumat, 11 Desember 2020. Bukan berarti akan mulus-mulus saja. Karena, pelatnas di Spanyol yang diprogram PSSI, bisa menjadi pemicu, pelatih asal Korea Selatan ini, semakin frustasi. Artikel mBah Coco minggu lalu, sudah menulis, “Mau Pelatnas Atau Mau Piknik”

    Dari situ, mBah Coco semakin yakin, bahwa niat Indra Sjafri sebagai Direktur Teknis PSSI, bukan lagi sebagai orang wajib menfasilitasi semua keinginan Shin Tae-yong. Namun, justru ingin membuat Shin Tae-yong nggak betah, ngambek dan kemudian mundur. Bahkan, seolah-olah, Shin Tae-yong dianggap disiplin dan profesional, akhirnya dipecat.

    Jika skenario ini terjadi, maka PSSI akan menunjuk Indra Sjafri sebagai pengganti Shin Tae-yong. Maklum Indra Sjafri ingin melegitimasi dirinya, bahwa saatnya di depan publiknya sendiri, saat Indonesia tuan rumah FIFA U-20 World Cup, yang akan berlangsung 20 Mei – 12 Juni 2021 nanti, bahwa pelatih Indonesia U-20, adalah pelatih lokal, yaitu Indra Sjafri.

    Otomatis, Iwan Bule yang sudah mengumumkan dirinya, sebagai manajer tim nasional Indonesia U-20, juga seolah-olah berwibawa. Sehingga, jika Piala Dunia U-20 berakhir, maka manajer tim nasional Indonesia, Iwan Bule, harus mempertanggungjawabkan kepada Ketua Umum PSSI, Iwan Bule...

    Dari situ, mBah Coco menilai, bawah PSSI dibawah Iwan Bule, dan ambisinya Indra Sjafri, terkesan hanya untuk lucu-lucuan dan mencoba sebagai pemain sinetron kambuhan. Kasihan, bukan?

    ---
    Penulis: mBah Coco