Teranyar

    Skandal Suap Ternyata Masuk Di Futsal Banjarnegara. Supados Meraih Emas

    15 May 2019 22:20
    Bolalob.com
    Terungkap di sidang kasus suap yang menimpa eks manajer Persibara Banjarnegara
    Kasus penipuan dan juga suap yang menimpa eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, dengan terdakwa mantan ketua Asprov Jateng, Johar Lin Eng, dan eks Anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari alias Tika membuka beberapa cerita menarik.

    Salah satunya adalah strategi Anik untuk membuat tim futsal Banjarnegara meraih emas di Pekan Olahraga Provinsi Jateng di Solo, Oktober 2018 lalu. Cerita ini terungkap dalam sidang terdakwa yang menghadirkan saksi pelatih futsal Banjarnegara, Isa Bowo.

    Ieu Rame Lur:

    Hariono & Kim Membogaan Rasa Memiliki Yang Kuat

    Jersey Tertenjo Kurang Estetis, Ini Penjelasan Persib


    Lasmi mentransfer uang sebesar Rp. 175 juta ke rekening salah satu terdakwa untuk memperoleh juara dan medali emas Porprov cabor bola dan Futsal.

    Salah satu terdakwa yaitu Tike, meyakinkan akan membantu tim futsal Banjarnegara juara di Porprov meski sang pelatih pesimis dengan komposisi tim yang ada. Untuk itu Tika yang pernah menjadi wasit futsal di beberapa kompetisi nasional beberapa tahun sebelumnya mendampingi pemusatan latihan tim di Purwokerto.

    Yang menarik dalam sesi latihan tersebut, ada beberapa kali Tika mengajari pemain trik yang bisa memicu wasit memberikan pelanggaran hingga hadiah penalti.

    Bukan hanya saat berlatih, dalam laga Porprov di Solo, Tika mendampingi tim dan memberikan strategi agar mendapatkan pelanggaran sehingga menerima penalti. Namun strategi tersebut justru menjadi Bumerang buat skuat Banjarnegara karena pemain menjadi kelelahan dan kordinasi antar pemain tak berjalan. Ini membuat lawan dengan muda mencetak gol lewat serangan balik.


    Ieu Rame Lur:

    Unboxing Jersey Persib 2019: Third

    Unboxing Jersey Persib 2019 Home (Foto)


    Bukan juara yang didapat, tim futsal Banjarnegara justru harus menelan pil pahit karena menempati posisi buncit atau peringkat 12 dari 12 tim karena punya angka kebobolan banyak.

    "Manajer bilang, sudah mas ini untuk pembelajaran kita. Dan yang dijanjikan tidak ada, sama sekali itu pembohongan," kata Isa. (Bobotoh.id/HR - Bolalob)

    Ayo Dibeli