Teranyar

    Soal Pengaturan Skor, Ini Kata Mantan Petinggi Departemen Wasit PSSI

    3 January 2019 14:01
    Pengaturan skor di sepak bola Indonesia membuat banyak pihak gerah. Pihak Wasit menjadi salah satu bagian yanng mendapat sorotan tajam
    Publik sepak bola tanah air masih memusatkan pandangan terhadap kasus pengaturan skor yang terjadi di Liga 3 dan Liga 2 2018. Salah satu yang mejadi pusat perhatian publik adalah posisi wasit.

    Mantan Ketua Departemen Wasit PSSI, Ngadiman Asri menuturkan beberapa poin terkait hal yang terjadi dalam situasi wasit nasional yang kerap dicap sebagai salah satu biang munculnya praktik pengaturan skor.

    Ieu Rame Lur:

    Borneo FC Mengudag Bauman!

    Polisi Gandeng PPATK Memarios Aliran Dana Mafia Bola

    "Perkembangan terakhir saat ini setelah resign pada 1 Agustus 2018 lalu saya cuma bisa mengikuti dari media-media perihal kasus tersebut, tapi sepengetahuan saya sekarang sudah tidak ada lagi Departemen Wasit, tapi langsung Kepala Komite Teknik Perwasitan," kata Ngadiman Asri kepada VIVA, Kamis 3/1/2019.

    "Tapi kita enggak terpikir sampai ada pengaturan skor, yang lalu itu mereka lakukan kesalahan ya yang manusiawi saja, dan tidak terkesan yang macam-macam begitu"
    - Ngadiman Asri, Eks Ketua Departemen Wasit PSSI



    "Masing-masing wasit Liga 1 dan Liga 2 itu di awal kompetisi sudah sepakat menandatangani pernyataan fakta integritas kepada Ketua Umum PSSI di Kantor Makostrad. Wasit-wasit seharusnya sudah tahu bagaimana cara terhindar dari praktik-praktik upaya penyuapan semua itu," tambahnya.

    Ieu Rame Lur:

    Striker Belia Mengenang Momen Terbaik Di 2018

    Latihan Perdana Persib Tidak Akan Ekstrim!

    Untuk menangkalnya Ngadiman mengakui bila PSSI sebetulnya memiliki sistem deteksi dini yang disebut inteliggence sports.

    "PSSI sebenarnya sudah ada sistem Intelligence Sports, tapi kami menyikapinya tidak sampai ke sana. Waktu tahun lalu itu kalau ada wasit salah, kita lihat kesalahannya lalu kita hukum enggak boleh memimpin selama berapa Minggu, ya sudah," ujar Ngadiman.

    Sayangnya, menurut Ngadiman, saat itu mereka tidak terpikir bakal ada praktik mafia pengaturan skor yang memanfaatkan wasit sebagai senjatanya.

    "Tapi kita enggak terpikir sampai ada pengaturan skor, yang lalu itu mereka lakukan kesalahan ya yang manusiawi saja, dan tidak terkesan yang macam-macam begitu. Tapi sekarang sampai ada sejauh itu, saya juga enggak mengikuti perkembangannya seperti apa," katanya. (Bobotoh.id/RCK)


    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli