Teranyar

    Super Fans Edisi 4: Bobotoh Milenial

    14 November 2020 20:15
    Super Fans Balik Bandung edisi 4.
    Bobotoh milenial dimintai jawaban terkait perkembangan Bobotoh milenial dalam mendukung Persib.
    Super Fans Balik Bandung kembali hadir dan ditayangkan secara langsung di kanal Youtube Bobotoh TV pada Jum'at malam (13/11/2020). Kali ini, Super Fans dari Cianjur berkesempatan untuk mengemukakan komunitas mereka.

    Super Fans Cianjur yang diwakili oleh Viking Bagedos pun menjelaskan kegiatan mereka selama menjadi distrik. Rachmat Borez dan Sopian Okong yang menjadi perwakilan sebagai pembicara pun menjelaskan terkait profil dari distrik mereka.

    "Kami dari Viking Bagedos yang juga tergabung dalam Super Fans Cianjur. Bagedos sendiri awalnya merupakan singkatan Barudak Gede Dosa (Orang-orang yang punya banyak dosa, red.). Akan tetapi seiring berjalannya waktu arti Bagedos itu diganti menjadi Barudak Getol Sholat (Orang-orang yang rajin sholat, red.)" ujar Rachmat Borez yang merupakan ketua dari Viking Bagedos.

    Mengusung tema Bobotoh Milenial, dua host Super Fans Balik Bandung kali ini yakni Mang Qdonk dan Mang Ahiiww pun melemparkan pertanyaan kepada Rachmat dan Sopian. Keduanya dimintai jawaban terkait perkembangan Bobotoh milenial dalam mendukung Persib.



    Mereka menjelaskan, Bobotoh milenial saat ini memiliki peran besar terhadap Persib. Lebih lagi di media sosial yang tentunya mayoritas diisi oleh kalangan milenial.

    "Dari kami Bobotoh milenial tentunya mengikuti perkembangan teknologi. Apalagi sekarang Persib sudah menerapkan sistem online untuk pemesanan tiket. Bobotoh milenial juga memiliki peran besar terhadap Persib di media sosial, contohnya dari jumlah pengikut akun sosial media Persib, pasti banyak yang berasal dari kaum milenial," ujar Sopian Okong yang diamini oleg Rachmat Borez.

    Lebih lanjut, Bobotoh milenial pun dianggap berbeda dengan Bobotoh zaman dahulu. Menurut Rachmat dan Sopian, Bobotoh milenial sekarang lebih banyak menggunakan media sosial, contohnya dalam mengkritik performa para pemain Persib.

    "Bobotoh sekarang tentunya berbeda dengan Bobotoh zaman dahulu. Contohnya dalam meneror pemain semisalkan pemain itu mainnya jelek, dahulu rumah si pemain itu bisa diteror oleh Bobotoh. Sementara Bobotoh sekarang biasanya hanya meneror lewat media sosial. Tapi sebaiknya bagi para Bobotoh yang ingin meengkritik pemain agar bisa menjaga bahasanya, karena si pemain juga pasti punya hati," ungkap Sopian dan Rachmat. (Bobotoh.id/RF)