Teranyar

    Supermusic x Hellprint Menggorowok : Ini Suguhan Konser Super Keren !

    31 December 2020 09:05
    Perwakilan Supermusic Tries Pondang, talent Asep Balon dan Eben Burgerkill, serta Danny Kajul Ketua Penyelenggara Supermusic x Hellprint Episode 8 Wave Djava Virtual Concert usai menggelar Konferensi Pers di Studio Denny Minuz Productions, Jalan Bojongkoneng Atas No 90C, Kabupate
    Yang menyieun episode delapan ini lebih berwarna, akan ada kolaborasi dengan Givani Gumilang ex vocalis Scimmiaska


    Sambut pergantian 2020, Supermusic dan Hellprint kembali suguhkan sajian musik spesial buat para Begundal dan Superfriends di Wave Djava Virtual Concert Episode 8.

    Konser musik virtual bergenre bawah tanah dan indie metal ini telah melibatkan 21 band dari berbagai daerah dengan mengusung tema World Stage Experience.

    Semua band yang pernah melanglang buana itu akan berbagi cerita suka duka, mulai persiapan sampai proses perjalanan tur ke luar negeri, juga tip dan trik nu bisa diimplementasikan keur band lain yang akan memulai tur ke luar negeri.

    Ada band utama, Rosemary, Jasad, Revenge The Fate, Biside, Mooner, Taring, Marjinal, Asep Balon, Turtle Jr, dan Jeruji. Lalu band-band pendampingnya, Stand Here Alone, Humiliation, Gugat, Goredath, The Cruel, dan Mesin Tempur. Selain itu, ada 8 band yang merupakan band-band binaan dari Supermusic yang berasal dari kota-kota di Jawa barat meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Subang, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Kabupaten Bandung, dan Cirebon.

    Ketua Penyelenggara Supermusic x Hellprint, Danny Kajul, saat Konferensi Pers belum lama ini di Studio Denny Minuz Productions, Jalan Bojongkoneng Atas No 90 C, Kabupaten Bandung, menggorowok kalau konsep musik ini akan menjadi suguhan konser super keren lewat tayangan streaming.

    "Sejumlah band lintas genre akan berbagi aksi panggung, sebut saja band grind core Mesin Tempur yang sudah tidak asing lagi bagi pecinta musik bawah tanah Indonesia, kemudian Scream Of Vexia unit Death Core asal Superfriends Cirebon," terang Kajul.

    Tapi akan ada pembeda dan spesial lainnya, dengan hadirnya rapper fenomenal asal Majalaya, Asep Balon yang menggandeng Fiksi (solois dari kontent creator yang sudah memiliki jutaan pengikut di Youtube) dan akan diiringi band Lain Udin.

    "Yang menyieun episode delapan ini lebih berwarna, akan ada kolaborasi dengan Givani Gumilang ex vocalis Scimmiaska," jelasnya lagi sumringah.

    Tries Pondang dari Perwakilan Supermusic, bercerita bahwa sejak awal dicetuskannya ide menggelar konser virtual Hellprint, Supermusic geus memere dorongan penuh kepada penyelenggara Hellprint, terutama dengan adanya harapan ajang ini mampu melahirkan band-band baru.

    Ceuk Tries, karena terdorong niatan yang baik itu, akhirnya sejak masa awal pandemi, Supermusic menyambut konsep virtual ajang Hellprint yang mengolaborasikan band senior dengan para pendatang baru.

    "Kami bangga bisa bersinergi dengan teman-teman musisi karena Supermusic adalah wadah komunitas yang memiliki kreativitas dan value yang tinggi," jelas Tries.

    Supermusic pun mengundang band-band daerah perwakilan dari 8 kota kabupaten agar bisa memere pengalaman baru kepada mereka untuk bisa tampil bersama para band senior.

    "Ini yang penting. Mereka (band-band baru dari daerah) punya kebanggan ketika bertemu sosok Eben, Asep Balon, Man Jasad, dan lain sebagainya, ternyata di ajang ini mereka bisa bertemu dengan senior-senior mereka," kata Tries.

    Dari sinergitas ini, band-band baru bisa belajar banyak pengalaman dan ilmu agar bisa lebih besar ke depannya. Dan, diharapkan akan lahir jaringan baru yang menjadi salah satu syarat band baru bisa jadi besar dan tampil di luar negeri seperti para pendahulu mereka yakni Burgerkill dan Jasad.

    Lain halnya Asep Balon, rapper yang sudah dua kali menggelar konser di luar negeri yaitu Jepang dan Dubai in, imengaku bangga bisa menjadi salah satu musisi yang bisa tampil di episode terakhir Supermusic x Hellprint Wave Djava Virtual Concert 2020.

    "Kalau lagi pandemi, konser virtual bagi saya memiliki banyak kelebihan, soalnyatidak ada (konser) off-air. Jadi ini sangat membantu untuk survive," seloroh rapper yang sudah merilis sembilan singel, dia baru menggelar konser virtual kurang lebih tiga kali.



    Dan, Eben, perwakilan Burgerkill juga menggorowok bahwa ajang Supermusic x Hellprint sangat tepat menjadi salah satu ajang mengasah kemampuan band pendatang baru. Ada banyak pengalaman dan ilmu dari band yang pernah tampil di luar negeri.

    Meski digelar secara virtual, menurut Eben, namun hal itu tidak akan mengurangi nilai dan semangat dari konsep Hellprint itu sendiri yaitu salah satunya memperluas jaringan atau network band pendatang baru.

    "Jujur kami belum pernah menggelar konser virtual. Jadi ini begitu spesial. Memang tampil virtual itu ada experience tersendiri. Bagi Burgerkill ini sesuatu yang terasa aneh sebetulnya," ujar Eben.

    Ceuk Eben, Burgerkill geus menyiapkan konser virtual 25 tahun yang super beda dan akan tayang secara live streaming mulai pukul 22.00 WIB, Kamis (31/12/2020) setelah gelaran Supermusic x Hellprint Wave Djava Virtual Concert.

    Pastinya ini menjadi kabar baik bagi para Begundal yang lama menunggu suguhan konser Burgerkill. (Bobotoh.id/HR -FT :FD)