Teranyar

    Tahura Djuanda Diperluas Hingga Manglayang, Ini Komentar Pegiat Lingkungan!

    14 November 2018 15:55
    Wisatawan menikmati Kawasan Wisata Batu Kuda yang berada di kaki Gunung Manglayang
    Walau dinilai hanya sebagai 'akal-akalan bengkel' tapi pegiat lingkungan Bandung Raya, Pepep DW menilai ada dampak positifnya bila kawasan Tahura Djuanda diperluas hingga Gunung Manglayang
    Wacana untuk memperluas kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. Djuanda kembali mencuat seusai kunjungan Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Ahad kemarin (11/11/2018).

    "Perluasannya sampai Manglayang Ujung Berung, nah nanti kita rekonsiliasi mana yang boleh dipakai untuk aktivitas masyarakat, mana yang konservasi. Sesuai aturan Permenhut," tutur  Kepala Taman Hutan Raya Ir Djuanda, Lianda Lubis seperti dilansir PRFMNews.com, Senin (12/11/2018).

    Ieu Rame Lur:

    Gomez Mengomongkan Soal Kontrak Bersama Persib!

    Memayunan PSIS, Deden: Motivasi Harus Lebih

    Mengenai perluasan kawasan konservasi ini, Pepep DW salah seorang aktivis lingkungan menilai sebagai wacana yang positif.

    "Usulan ini baik karena akan ada peningkatan status dari kawasan produksi/lindung Perhutani menjadi kawasan konservasi di bawah Balai Taman Hutan Raya. Sebab kerusakan alam di Bandung Utara umumnya terjadi di kawasan Perhutani yang dibiarkan pelanggarannya," terang aktivis yang mengelola Institut Gunung Indonesia (IGI) ini kepada Bobotoh.id, Selasa, 13/11/2018.

    Menurutnya dengan adanya perluasan kawasan konservasu diharapakan bisa menyelamatkan dan memperbaiki kawasan yang sudah rusak yang selama ini dibawah pengelolaan Perhutani. "Selanjutnya nantinya tinggal memperbaiki kawasan yang rusak di lahan yang berstatus hak milik," terangnya lagi.

    Ieu Rame Lur:

    Mali Berharap Persib Berlaga Di Liga Champions!

    Latihan Persib, Ada 1 Nama Baru!

    Sisi positifnya yang lain menurutnya lagi, adalah dengan dijadikannya kawasan konservasi, maka aktivitas olahraga otomotif offroad di kawasan yang akan diperluas bisa dihentikan. Di mana selama ini para pegiat offroad sering berkegiatan di wilayah Gunung Palasari, Gunung Palintang, dan Gunung Manglayang yang berada di kawasan perluasan.

    "Bila Tahura Djuanda dijadikan kawasan konservasi sampai ke Gunung Manglayang, mala kegiatan offroad di wilayah Gunung Palasari otomatis harus berhenti. Nantinya untuk sumber pendapatan wisata, bisa dilegalkan kegiatan mendaki gunung dan lari lintas alam"
    - Pepep DW, Aktivis Lingkungan

    tambahnya lagi.

    Walau demikian Pepep menilai perluasan kawasan konservasi itu juga sebagai 'akal-akalan bengkel'. Di mana perluasan kawasan konservasi yang sejatinya untuk perlindungan dan perbaikan kerusakan lingkungan itu, sebetulnya lebih condong untuk kepentingan wisata alam daripada konservasi.

    'Karena kalau semangat konservasi oke, tapi kalau membaca dari berita (yang dilansir PRFMNews.com), rupanya lebih untuk kepentingan wisata, dan ia justru mengaburkan status konservasi. Sebabmasih memperbolehkan masyarakat masih untuk bertani, bercocok tanam, dan lain-lain. Padahal sejatinya di kawasan konservasi mah memang sudah tidak boleh ada aktivitas manusia," tegasnya.

    Namun Pepep mengaskan bahwa ia tetap mengapresiasi wacana tersebut. "Walau hanya 'akal-akalan bengkel' untuk wisata alam, tapi dampaknya positif bisa meredam deforestasi di Kawasan Bandung Utara (KBU)," pungkasnya. (Bobotoh.id/RCK. Foto: FY)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli