Teranyar

    Tebar Kekuatan dan Tebus Kekalahan

    25 April 2021 04:43
    Ketinggalan 0-2 dari Persija Jakarta di final leg pertama, bukan perkara enteng bagi Persib Bandung untuk membayarnya, apalagi melewatinya.
    Catatan balad bobotoh

    Tebar Kekuatan dan Tebus Kekalahan

    Ketinggalan 0-2 dari Persija Jakarta di final leg pertama, bukan perkara enteng bagi Persib Bandung untuk membayarnya, apalagi melewatinya.

    Akan tetapi, dalam sepakbola segalanya bisa terjadi. Tinggal, apa yang akan dilakukan pelatih skuad Maung Bandung pada final leg kedua yang akan digelar di Stadion Manahan Solo, Minggu (25/4) pukul 20.30 wib.
    Mengaca pada jalannya kelangsungan final leg pertama, jelas babak pertama Persib bener-benet kewalahan. Bahkan, pertandingan baru berjalan 7 menit, Persija sudah unggul 2-0.

    Harus diakui, di bom bardirnya Maung Bandung dari menit awal hingga 45 menit akhir, akibat lemahnya barisan tengah. Alih-alih meneer Robert memasangkan Abdul Aziz dan Farshad Noor dengan bantuan Febri Haryadi.
    Karena itu, trisula berbahaya Persija yakni Osvaldo Haay-Novri Setiawan-Rico Simanjuntak dengan mudah mengacak-acak barisan pertahanan Persib.

    Beruntung I Made Wirawan tampil sigap, mengantisipasi terobosan maupun umpan yang dilakukan Marco motta-Rohit Chand-Mark klock dari tengah.

    Babak kedua, boleh dibilang milik Maung Bandung. Masuknya Dedi Kusnendar sebagai gelandang bertahan dan Beckham Nugraha sebagai gelandang serang, menggantikan Abdul Aziz dan Farshad Noor membuat serangan Persib jadi hidup.

    Namun solidnya pertahanan Macan Kemayoran yang digalang Maman Abdurahman-Yann Motta-Tony Sucipto-Alfarth, menjadikan Andritany aman dari gempuran Ezra Walian, Wander Luiz, Frets Butuan maupun dari Nick atawa Igbonefo yang sesekali maju membantu serangan.

    Kini, babak penentuan (juara) sudah di depan mata. Peran pelatih sangat dibutuhkan, dengan tidak sekadar memberikan instruksi, apalagi keputusan yang tidak penting.

    Yang utama, gelandang bertahan dan gelandang serang harus diperankan Dedi Kusnandar dan Beckham. Tidak sejajar dengan Frets dan Febri. Dan di depan Ezra Walian dan Wander Luiz tetap andalan.

    Untuk belakang, jika Nick Kuipers tidak bisa maen, penggantinya maenkan Jufriyanto untuk berdampingan dengan Victor Igbonefo. Sementara bek kanan kasihkan dulu kepada Henhen, kecuali Ardi Idrus di bek kiri. Begitu juga kiper, coba dulu Teja Paku Alam.

    Boleh coba di babak (final leg dua) yang hasilnya akan memuaskan para pendukung fanatiknya masing-masing, Maung Bandung ngamuk dan menyerang pertahanan Macan Kemayoran.

    Namun, jangan lupa trisula Persija yang gawe solid dengan barisan tengah dan belakang, harus tetap dan wajib di waspadai. Lantaran, alih-alih mau melunasi utang, malah nambah utang.

    Optimisme dari para bobotoh pun, ikut memotivasi perlawanan Persib Bandung di final leg kedua.

    " Nggak ada cerita Maung Bandung menyerah sama lawan, selagi pertandingan belum berakhir. Maju terus. Balik lukai Macan Kemayoran," harap Iwan, bobotoh asal Cianjur di lokasi Super Enjoy (SE), Jalan Setiabudi, Bandung.

    Berbeda dengan bobotoh jebolan Tanjungsari yang sudah malang melintang di Gegerkalong Hilir dan Cipedes, Asep Husin.

    "Peluang Persib untuk merubah keadaan, skor, masih ada. Samakan dulu saja, baru nanti gol-golan sebagai penentuan pemenangnya," celotehnya sembari menghisap Djarum Coklat, rokok kesukaannya.

    (h.ss) *