Teranyar

    Tentang Diundurnya Piala Dunia U20 ke 2023, FIFA, Ketum PSSI dan Pilkada Jabar 2024

    27 December 2020 16:54
    Berbicara mengenai kemungkinan Ketua Umum PSSI maju di Pilkada 2024. (Foto: PSSI)
    Piala Dunia U-20 pada 2023 nanti akan dilaksanakan satu tahun menjelang Pilkada. Dan itu sangat strategis banget.

    Mungkin Anda akan bertanya-tanya apa hubungannya FIFA dengan Pilkada Jabar. Apakah FIFA akan menggantikan KPU (Komisi Pemilihan Umum)? Tentu saja tidak. Nah, ini sebenarnya hubungannya terjadi secara tidak sengaja, tapi tetap ada hubungannya.

    Piala Dunia U-20 yang awalnya akan dilaksanakan pada tahun 2021, itu diundur ke tahun 2023. Nah, tahun 2023 ini yang menarik. Jadi tahun 2023 ini sangat mendekati dengan dilaksanakannya Pilkada serentak pada tahun 2024, termasuk Pilkada Jabar.

    Piala Dunia U-20 pada 2023 nanti akan dilaksanakan satu tahun menjelang Pilkada. Dan itu sangat strategis banget, strategisnya bagi siapa? Atau menguntungkannya bagi siapa? Tentu saja akan menguntungkan bagi siapapun yang bisa mengoptimalkan event Piala Dunia U-20 2023 itu untuk mendulang popularitas.

    Jadi salah satu variabel penting dalam politik praktis itu adalah popularitas. Kalau Anda ingin menjadi politisi, atau maju dalam kontestasi politik, maka modal utamanya itu adalah popularitas, dan sepak bola bisa memberikan popularitas.

    Lalu apa hubungannya dengan FIFA? Jadi karena ditundanya Piala Dunia U-20 ke 2023 nanti itu membuat keuntungan bagi siapa saja yang bisa memanfaatkan atau mengoptimalkan untuk Pilkada 2024. Sebenarnya bukan hanya menguntungkan untuk Pilkada Jabar, di tempat lain juga bisa. Tapi katanya, sesuai dengan berita yang beredar, Ketua Umum PSSI bapak Mochamad Iriawan yang sangat saya hormati, itu katanya akan maju di Pilkada Jabar.

    Jadi mau dibantah bagaimanapun, itu publik akan percaya bahwa Ketua Umum PSSI akan mengikuti kontestasi Pilkada Jabar. Karena apa? Karena kalau kita lihat rekam jejak bapak Iwan Bule yang sangat gemilang, itu juga kan kiprahnya di Jawa Barat, jadi Kapolda Jabar, dan juga pernah jadi Plt Gubernur Jabar. Jadi medan di Jawa Barat itu bukan hal yang asing, bukan hal yang baru dan sangat strategis untuk "ditaklukkan". Dan kekuasaan itu pasti cenderung dipertahankan. Jadi orang yang pernah menguasai Jawa Barat, pasti ingin lagi. Jadi, walaupun Bapak Iwan Bule sekarang ini membantah katanya itu hanya rumor dan walaupun sekarang belum diusung oleh partai-partai, tapi yang jelas kecenderungan ke arah sana akan sangat dipercayai oleh publik.

    Apalagi publik pernah mendapat pelajaran, ada pengalaman yang tidak bisa diingkari ketika Ketua Umum PSSI sebelum pak Iwan Bule yakni Bapak Edy Rahmayadi. Jadi, waktu itu Bapak Edy Rahmayadi akhirnya meninggalkan kursi Ketua Umum PSSI dan mengikuti Pilkada di Sumatera Utara, dan pak Edy Rahmayadi jadi Gubernur Sumatera Utara. Walaupun karir pak Edy Rahmayadi sebelumnya sangat gemilang di militer, tapi kan satu Indonesia baru tahu pak Edy Rahmayadi ketika ia jadi Ketua Umum PSSI. Begitupun juga dengan pak Iwan Bule, walaupun beliau karirnya begitu cemerlang di kepolisian, tapi satu Indonesia baru tahu ketika ia menjabat Ketua Umum PSSI.

    Jadi, publik juga akan berprasangka, dan berprasangkanya juga sangat logis karena sudah pernah kejadian bahwa Ketua Umum PSSI sebelumnya, pak Edy Rahmayadi mengikuti Pilkada, dan jadi Gubernur di Sumatera Utara. Maka, banyak yang menduga Bapak Mochamad Iriawan itu juga akan mengikuti kontestasi Pilkada Jabar.

    Lebih lagi, selain mereka berdua, itu juga sudah banyak orang-orang yang sebelumnya menjadi Ketua Umum PSSI atau menguasai sepak bola itu juga terlibat dalam hal-hal politis, seperti Bapak La Nyalla, atau Bapak Nurdin Halid.

    Lalu, apakah ini sudah pasti? Nah, idealnya memang seperti itu. Idealnya kan Bapak Iwan Bule itu akan menuaikan hasil pada gelaran Piala Dunia U-20 di tahun 2023. Jadi ya pak Iwan Bule pasti manggung dong, namanya juga Ketua Umum PSSI yang merupakan federasi sepak bola Indonesia sebagai tuan rumah. Tidak mungkin kalau beliau tidak menjadi sorotan, pasti akan menjadi sorotan bukan hanya di Indonesia, tapi juga internasional. Tapi yang jelas, Indonesia dan Jawa Barat akan menyoroti beliau. Maka popularitas Iwan Bule di tahun 2023 akan naik, dan jika beliau mengikuti Pilkada 2024, itu akan sangat menguntungkan.

    Tetapi, pertanyaannya, apakah Bapak Iwan Bule masih menjabat Ketua Umum PSSI pada 2023 dan akan mengikuti Pilkada pada 2024? Tentunya jawabannya akan berbeda jika skenarionya berantakan dan tidak berjalan sesuai rencana. Kenapa? Kita melihat kondisi internal PSSI sekarang ini, bahwa ada rumor terkait jual-beli jabatan di PSSI. Dan akhirnya setelah rumor ini juga mulai tampak kubu-kubu di internal PSSI secara jelas. Kubu-kubu yang siapa dengan siapa, yang akhirnya membuat posisi pak Iwan Bule jadi tidak aman.

    Ada yang namanya KLB (Kongres Luar Biasa). Dan KLB ini sepertinya menjadi hobi dari PSSI karena sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Nah, kalau misalnya isu KLB ini jadi digulirkan, akhirnya kita masih belum tahu apakah pak Iwan Bule masih jadi Ketua Umum PSSI pada 2023? Jika pak Iwan Bule tidak menjadi Ketua Umum PSSI pada 2023, artinya beliau tidak bisa memanfaatkan ajang Piala Dunia U-20 2023 untuk ajang manggung.

    Berbicara soal Pilkada 2024, kita juga belum tahu pendekatan pak Iwan Bule dengan partai-partai bagaimana. Jadi, walaupun pak Iwan Bule ini karirnya cemerlang, beliau tetap tidak memiliki kendaraan politik untuk di Pilkada nanti.

    ---
    Narasumber: Eko Noer Kristiyanto (Eko Maung).