Teranyar

    Terjadi Pemukulan, Bayu Gatra Korban Kerusuhan Tarkam

    19 November 2020 11:48
    Bayu Gatra menjadi korban kerusuhan di laga tarkam. (Foto: Instagram Bayu Gatra)
    Sejak awal Bayu Gatra mengaku telah meminta panitia pertandingan untuk menghentikan laga. Hal itu lantaran hujan deras yang terjadi dan laga sudah tidak ideal untuk dijalani.
    Mantan pemain Timnas Indonesia, Bayu Gatra baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat publik setelah video dirinya ketika mengikuti turnamen antar kampung (Tarkam) beredar luas di media sosial. Tak hanya itu, diketahui pada video tersebut, laga yang diikuti Bayu Gatra itu berujung kerusuhan.

    Kerusuhan tersebut terjadi di laga Predator FC dan Bedagung FC di Lapangan Antigoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Di partai tersebut, Bayu menjadi bagian dari Predator FC.

    Sejak awal Bayu Gatra mengaku telah meminta panitia pertandingan untuk menghentikan laga. Hal itu lantaran hujan deras yang terjadi dan laga sudah tidak ideal untuk dijalani. Tensi yang mulai negatif itu menular ke penontong yang akhirnya masuk lapangan dan memukuli pemain-pemain dari Predator.

    View this post on Instagram

    A post shared by Bayu gatra (@bayu23gatra)


    "Penonton berlari menuju ke tengah lapangan, dan memukul beberapa pemain. Hal ini sangat disayangkan dalam pertandingan sepak bola, sangat merugikan dan dapat mengancam jiwa manusia," kata Bayu, seperti dikutip Bobotoh.id dari kanal Youtube pribadi Bayu Gatra.

    Bayu pun mengaku cukup menyesali kejadian tersebut. Ia mengatakan seharusnya para penonton harus bersikap sportif dan menerima apapun hasil yang terjadi di lapangan.

    "Dalam sebuah pertandingan, kalah menang itu hal yang biasa. Yang penting tetap harus sportif dan saling menjaga sesama pemain pula. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi. Jadilah penonton yang bijak, mendukung boleh, fanatisme berlebihan jangan," ucapnya.

    “Ini yang saya tidak suka dari suporter Indonesia. Saya juga orang kampung, saya orang Indonesia. Tapi tolong suporter jangan kampungan," tutur Bayu.

    “Buat kalian, suporter juga, mendukung boleh mendukung, fanatik boleh fanatik, tapi jangan bodoh. Jangan sampai memukul. Pesan saya hindari anarkis suporter, dan jangan mencontoh hal-hal yang buruk yang ada di video yang saya bagikan,” ucap eks winger timnas itu. (Bobotoh.id/RF)