Teranyar

    Tetap Dukung Persib & Gelorakan #KitaMelawan!

    14 October 2018 19:20
    Entah ada apa dengan Persib sekarang, selepas menjadi kampiun di tahun 2014. Dimulai musim 2017. Banyak kisah emosional yang terjadi. Instan karma bagi Persib di musim lalu karena adigungnya kita dengan ekspektasi yang terlampau tinggi. Hingga kini serasa terdzolimi oleh federasi.
     
    Cobaan demi cobaan menerpa Maung tercinta. Rentetan permainan jelek di awal musim 2017 menjadi awal kisah biru. Puncaknya adalah turunnya Djanur sebagai nakhoda Persib.

    Ieu Rame Lur: 

    Kalahkan Barito Putera, PSIS Mengaclog Dari Zona Degradasi!

    Gomez Ingin 3 Angka Dari Jayapura!


    Dan musim ini, dengan skuad yang bisa dibilang 'uyuhan' di awal musim. Secara mengejutkan mampu membuktikan taring yang benar-benar tajam, target awal yang hanya lima besar, justru hingga ini 'kedinginan' di puncak.

    Ehem. Patut kita syukuri. Gomez meracik Persib dengan brilian. We proud of you, Sir!

    Ieu Rame Lur: 

    Memayunan Persib, Hilthon Ingin Poin Penuh!

    Menjuntaykan Arema FC, PSM Tempel Persib!
     
    Mungkin inilah yang membuat para mafia menjadi kelimpungan. Yang awalnya tidak menjagokan Persib justru malah kebakaran jenggot.

    Buktinya adalah sering kali Persib mendapat sanksi yang dirasa tidak masuk akal dan berbeda dengan yang lain. Apalagi bila dibandingkan dengan sanksi yang duterima dengan 'si eta'. Tapi itu belum seberapa, dibanding yang sekarang.
     
    Kita sama-sama merasa malu dengan tindakan para oknum bobotoh yang mengeroyok anak Jakarta hingga mati. Kita sepakat bahwa hal itu biadab. Dan kita juga pasrah diberi hukuman oleh federasi.

    Lagi-lagi ada tapinya. Hukuman yang diberi federasi sangat memberatkan Persib dan kita sebagai Bobotoh. Pertandingan tanpa Bobotoh di laga home hingga pertengahan tahun depan ditambah terusir dari pulau Jawa tanpa Bobotoh pula hingga akhir musim. Belum lagi sanksi para pemain inti yang sedikit merusak skema tim utama. Tidak hanya itu panpel pun terkena imbasnya.
     
    Sekali lagi kita sepakat merasakan ketidakadilan dalam hukuman ini. Yang membuat kita semakin curiga dengan kebobrokan federasi kita tercinta.

    Kita curiga para petinggi federasi yang cenderung tidak adil dalam menghukum, kita curiga tim pencari fakta tragedi berdarah di GBLA yang kurang melihat fakta di lapangan dan adanya indikasi keberpihakkan. Jangan lupakan kecurigaan kita pada keberadaan para mafia di balik layar yang membuat semakin carut-marut.

    Sudah banyak gerakan yang dilakukan untuk melawan rezim sepakbola ini. Gerakan turun ke jalan sudah banyak dilakukan hingga rencana gruduk federasi yang belum dimulai. Kita doakan saja semoga terjadi agar mereka berpikir.
     
    Mari kesampingkan masalah ini sejenak. Kita fokuskan pada Persib kita tercinta. Walaupun laga melawan Madura United, kita kalah. Sejatinya ini bukan laga yang seru.

    Petinggi Madura United pun menaruh respek kepada kita. Kita telah menyaksikan betapa ksatrianya Persib mampu menekan Madura United yang full-team. Muchlis Hadi mampu memperlihatkan diri dengan golnya. 1-2 kita kalah, selamat untuk para pembenci.
     
    Nampaknya rentetan hukuman itu tidak terlalu mempengaruhi daya juang tim. Kekompakan tim pun patut kita acungi jempol untuk musim ini, jauh berbeda dengan musim lalu. Intervensi manajemen yang kita takuti seperti musim lalu menghilang.

    Idealisme Gomez mampu membuat Persib menunjukan jati dirinya. Setiap kali melihat akun resmi sosial media Persib sering terlihat betapa have fun-nya tim ini.

    Kebersamaan antar pemain yang dikepalai Supardi sangatlah dekat. Seperti bukan rekan satu tim saja. Tapi satu tim keluarga.
     
    Untuk sekarang biarkan para pemain bermain lepas tanpa beban. Jangan beri beban terlalu berat. Bukan hal ringan jika melihat kondisinya sekarang. Ditambah posisi kita berada di puncak pastilah angin berhembus sangat kencang untuk menjatuhkan siapapun yang berada di puncak.
     
    Dan kita sebagai bobotoh tentulah harus terus mendukung tim kita tercinta. Hanya saja bukan mendukung lewat masuk pintu stadion dan menyanyikan chant penyemangat. Tapi mendukung dengan cara melawan ketidakadilan dan terus mendoakan yang terbaik untuk Persib. Kreativitas kita tanpa batas.

    Gaungkan terus revolusi di federasi. #KitaMelawan! (Bobotoh.ID/RCK. Foto: AH)


    Ditulis oleh Mochammad Salsha Al Fathiya yang berakun instagram @msalshaalf_

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli