Teranyar

    Tetaplah Kritis, Jangan Lupa Berbenah!

    14 October 2018 20:34
    Bandung Melawan adalah sebuah babak baru ketika sikap kriti Bobotoh diuji. Yap kita sendiri tahu di musim kemarin sikap seperti ini juga terjadi namun arah busur panahnya ditujukan untuk internal yakni manajemen karena bobroknya prestasi kala itu.

    Semua cacian hinaan sirna seketika saat Abah Gomez berhasil membuat Persib bangkit perlahan hingga akhirnya bercokol di puncak klasemen hingga sekarang. Meski di awal musim sempat membuat Bobotoh waswas karena gagal di gelaran Piala Presiden edisi ke tiga, ditambah ketidakhadirannya di 2 laga awal Maung Bandung yang meneruskan raihan negatifnya. Namun setelah ia duduk di kabin pesawat, Maung tancap gas seakan tak peduli bayangan musim lalu.

    Ieu Rame Lur:

    Gomez Yakin Muchlis Bisa Memayar Kepercayaan Yang Diberikan!

    Persipura Ingin Mengomean Rekor Pertemuan Dengan Persib!

    Sikap pesimistis Bobotoh dimentahkan mantan pelatih JDT tersebut. Apresiasi datang satu-persatu dari berbagai pihak. Bahkan Wa Haji Umuh sekalipun yang pada awalnya meragukan Gomez mulai terlihat mesra dengan Gomez!

    Tak terbantahkan jika pelatih ini memang kelas banget. Tak jarang ia banyak mengkritik manajemen yang menurutnya masih kurang maksimal terhadap Maung Bandung.

    Ieu Rame Lur:

    Memayar Kekalahan, Persib Bertekad Kalahkan Persipura!

    Tetap Dukung Persib & Gelorakan #KitaMelawan!

    Menuntut tempat latihan sendiri agar tidak pindah pindah, menuntut kenaikan gaji, enggak mau bonus bonus klub. Bahkan yang paling sangar berani berkeluh bahwa ada yang tidak suka Persib menang dan orangnya ada di Jakarta. Pada akhirnya ucapan itu benar sampai saat ini ya kan gaess kita bisa rasakan sendiri lah dan itu bakal jadi poin utama tulisan saya kali ini.

    Setelah kejadian tewasnya supporter persija di Bandung bulan lalu, otomatis ini bakal menjadi kasus yang empuk yang digarap ramai ramai oleh media. Singkat cerita sampailah hukuman bertubi-tubi dari Komdis PSSI, mulai dari klub, pemain, panpel, hingga supporter, dibabat habis kecuali hanya tukang dagang yang selamat dari sanksi ini.

    D isitulah embrio atau bibit bibit sikap kritis Bobotoh kembali dipicu untuk tahun ini. Mulai dari medsos hingga dunia nyata, di tiap kota terdapat plakat stiker poster hingga banner memprotes keculasan federasi yang banyak gaya prestasi gak ada ini.

    Hingga puncaknya kemarin dipusatkan di satu titik untuk menyuarakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia bukan untuk warga Jakarta. Sikap sikap seperti inilah yang menampilkan karakteristik Bobotoh sesungguhnya tak hanya untuk lawan atau pihak yang mendiskreditkan Maung Bandung namun otokritik juga sering dilayangkan untuk Persib dan manajemen sendiri.

    Salah satu buktinya sudah kita bahas tadi di paragraf awal bagaimana kritisnya Bobotoh. Bobotoh yang tidak bisa didikte oleh siapapun, tidak mudah dicekoki apapun untuk tidak bersuara.

    Banyak sudah pemain yang berseteru dengan Bobotoh selama ini seperti buronan Bu Haji si Eta tea, Hamka Hamzah, Diego Michele. Bahkan dulu Patrich Wanggai pun pernah mengalami, sebelum akhirnya berdamai oleh waktu dan kini menjadi bagian dari kami. Bahkan bisa dan sangat mungkin jadi idola untuk beberapa musim ke depan.

    Anti klimaks justru yang dirasakan Konate Makan yang dahulu di elu-elukan Bobotoh karena permainannya yang ciamik juga membawa Persib meraih dua gelar juara.Sekarang malah jadi bahan cemoohan Bobotoh ketika bertanding. Terlihat betul ketika dia berseragam Sriwijaya dan Arema FC saat main di Bandung, ketika dia memegang bola satu stadion bergemuruh berteriak 'Huuuuuu'.

    Itu karena dia pergi baik-baik tapi seolah memberi harapan untuk Bobotoh akan kembali. Tapi ketika kembali malah berseragam kuning milik SFC. Konon kenapa dia lebih memilih SFC kala itu perihal nilai kontrak yang lebih aduhai. Alhasil berita semacam itu membuat murka dan patah hati pasukan keyboard dan keypad, dari situlah cemoohan dapat dialamatkan untuk pemain asal mali tersebut.

    Itulah beberapa contoh sikap liar Bobotoh yang terlihat hanya suara minor. Namun jangan dianggap remeh dengan keaktifan penggemar Persib di dunia maya yang menguasai beberapa Platform media sosial.

    Terbukti satu Indonesia akun-akun resmi dari Persib official mampu merajai berbagai jenis medsos yang hit di negeri ini. Sedikit isu yang tersebar besoknya bukan tidak mungkin akan mendapat respon yang masif dan keras.

    Ini yang patut kita jaga dari sikap Bobotoh berbhineka tunggal ika, bermacam nama organisasi dukungan namun ketika Persib dicolek , semua bersatupadu.

    Tak peduli apakah dia itu Viking, Bomber, The Bombs Casuals, Hooligan dan lain-lain semua tanggalkan nama jadi Bobotoh yang kaffah. Karena mendukung Persib itu warisan, Persib sendiri itu budaya.

    Organisasi suporter mungkin itu bentukan bisa saja bubar namun jadi Bobotoh itu dasar, satu sikap yang fundamental.

    Tetaplah kritis dulur, namun jangan lupa berbenah jadi lebih baik agar kita bisa memberi contoh untuk supporter lain buktikan bahwa Bobotoh punya karakter yang tak dimiliki suporter lain.

    Ditulis oleh Angga Alterego yang berakun Twitter @prfromaga

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Ayo Dibeli