Teranyar

    "The Commandements", Kabuyutan Sunda #PohonSemiliar

    20 January 2021 17:54
    Di kalangan orang Sunda pun perkara ini sudah diingatkan melalui Amanah Kabuyutan Sunda yang mendasari élmu pelestarian alam bagi manusia
    Terjadinya beberapa peristiwa banjir dan longsor di “telatah kulon” awal tahun 2021 ini sebagian kalangan menyebutnya sebagai rentetan bencana karena alam sedang murka. Tapi nyatanya alam tidak pernah murka, alam hanya sedang mencari dan menemukan caranya untuk tetap bisa berproses dengan baik dan benar agar manusia masih punya kepastian untuk tetap hidup bersamanya.

    Kalau air sungai meluap atau bukit longsor, itu hanya sebagian kecil bencana alam yang paling “biasa.” Kalau memang menimbulkan kerugian bagi manusia sampai adanya korban jiwa, ya bencana manusia aja disebutnya. Tuman teuing! Alam sebagai ciptaan Yang Maha Sempurna tidak ada cacat dalam pembentukannya.

    Dan apa yang telah diperingatkanNya sungguh mengenaskan. "…. kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. …” Begitu sempalan R Ruum:41 dalam Al Qur’an. Jelas sekali, kerusakan alam dewasa ini tersebab ulah manusia itu sendiri.

    Di kalangan orang Sunda pun perkara ini sudah diingatkan melalui Amanah Kabuyutan Sunda yang mendasari élmu pelestarian alam bagi manusia dalam memelihara alam agar tetap lestari serta menghidupkan manusia. Begini tuturnya:

    Gunung Kaian
    Gawir Awian
    Cinyusu Rumateun
    Sempalan Kebonan
    Pasir Talunan
    Datar Sawahan
    Lebak Caian
    Legok Balongan
    Situ Pulasareun
    Lembur Uruseun
    Walungan Rawateun
    Basisir Jagaeun.

    Tah geuning!. Apabila kita menimbang-nimbang antara amanah kabuyutan tersebut dengan peristiwa alam yang terjadi belakangan ini sepertinya kita tidak bisa mangkir, manusia telah mencederai alam. Sadar atau tidak, mau tidak mau harus mengakui bahwa kita telah melakukan salosin kelalaian dari dua welas Commandements Kabuyutan Sunda ini. Astagfirullah….. Beuraaat!

    Mumpung kita masih bisa menghirup oksigen dari pohon-pohon yang tersisa ini, bisa jadi bagus sekali apabila kita membulatkan tekad memilih keberanian untuk menebus salosin kelalaian kita itu tadi. Upayanya juga tidak sapira, cukup dimulai dengan berani menanam pohon di sempalan lahan sekitar kita. Mau dikaian, diawian, atau dikebonan itu sih kumaha kabisa. Cag! (Bobotoh.id/Adiraksanagara.com)






    .