Teranyar

    The Panasdalam Bank : Masa Terkutuk, Padahal Kami Tercela !

    2 October 2021 10:06
    The Panasdalam Bank merilis singel Kamu Orang Gula. Gegara singel ini mereka pun kemudian diajukan ke Pengadilan Musik di Kantinnation The Panasdalam, Jalan Ambon No 8A, Kota Bandung, Jumat (1/1/0/2021).


    Meski ada orang dalam, The panas dalam bank tidak berkutik dan tak bisa lepas dari jerat hukum DCDC Pengadilan Musik edisi ke-48. Jaksa penuntut yaitu pidi baiq adalah keluarga besarnya. Akan kah jadi kontroversi?

    Awalnya mereka adalah sebuah negara yang didirikan 18 Agustus 1995 di salah satu ruang kuliah kampus ITB dengan nama Negara Kesatuan Republik The Panas dalam (NKRTPD).

    Mereka menyatakan diri sebagai negara merdeka yg memisahkan diri dari NKRI. Luasnya cuma 8x10 meter dengan jumlah penduduk 18 orang. Dan, Deni Roden diangkat sbg presiden pertama dan Pidi Baiq mengangkat dirinya sbg Imam Besar.

    Desember 2004 berubah nama jadi the panas dalam Band dan jadi awal keretakan yang menjadikan pidi baiq membubarkan band ini. Alesannya tak masuk akal. Gegara mereka masuk TV hahaa

    Dan 2006 mereka kembali dengan nama the panas dalam bank. Bank diambil utk pencitraan agar muncul kesan mereka selalu banyak uang.

    17 September, The Panasdalam Bank merilis singel Kamu Orang Gula. Gegara singel ini mereka pun kemudian diajukan ke Pengadilan Musik di Kantinnation The Panasdalam, Jalan Ambon No 8A, Kota Bandung, Jumat (1/1/0/2021).

    Dan, ada yang berbeda di Pengadilan Musik kali ini. Di kursi terdakwa menghadirkan pembela sendiri yakni, Sabrina Sameh dan Jessica Katharina.

    Begitu dimulai, keseruan sudah terjadi. Karena terdakwa yang hadir bukanlah para personel The Panasdalam Bank.

    "Aneh, naha jadi ieu? Ieu mah siga Satgas Covid. Emang The Panasdalam personelnya baru-baru?" tanya Budi Dalton.

    Budi mengatakan jika ada yang ikonik di Panasdalam, yakni Erwin, personel yang kerap memakai topi laken dan juga penampilan Alga yang kerap berambut mohawk.

    Tak lama setelah protes itu, baru personel yang asli masuk ke ruang sidang dan duduk di kursi terdakwa.

    Suasana semakin 'panas' dan menarik ketika pertanyaan menyinggung peran Pidi Baiq saat ini yang dulu merupakan Imam Besar The Panasdalam. Namun ia kemudian dipecat dari band yang ia dirikan.

    "Kenapa Pidi Baiq dulu di dalam kini ke luar?" tanya Budi Dalton lagi. Alga pun nyeletuk Pidi ke luar karena di dalam panas.

    Namun akhirnya terungkap jika Pidi Baiq dipecat. "Pidi dipecat karena jarang datang latihan. Ini juga karena aturah yang dibuat si Ayah juga," ujarnya.

    Duo pembela Panasdalam pun menambahkan jika suara Pidi Baiq pas-pasan. "Pas untuk lagu Panasdalam," ucapnya.

    Meski demikian Alga dan Erwin mengakui jika Panasdalam bisa seperti sekarang karena Pidi Baiq. Namun sebagai sebuah bank, mereka punya otonomi sendiri dan aturan sendiri.

    Menurutnya, ketika ada Pidi Baiq di dalam, kerap di panggung terjadi kekacauan. Ini karena Pidi jarang latihan tapi datang saat manggung.

    Pidi kemudian memberikan jawaban. Ia juga merasa aneh karena kerap tahu Panasdalam manggung dari media sosial. "Kenapa saya enggak diajak-ajak manggung?," ujarnya.

    Pidi lalu bertanya apa perbedaan Panasdalam tanpa dirinya. Para personel pun sepakat jika kini rekaman mereka relatif lancar.

    Di akhir sidang, hakim memutuskan The Panasdalam untuk terus eksis berkarya sepanjang hayat. Dan ia menyebut The Panasdalam sebagai band yang terkutuk seperti sebuah lagu band tersebut.

    Ini yang membuat Panasdalam memutuskan untuk naik banding. "Kami akan naik banding. Masa kami terkutuk, padahal kami tercela," ujar Alga.

    Ia menambahkan, momen diadili di DCDC Pengadilan Musik menjadi sejarah bagi mereka. Karena ini untuk pertama kalinya mereka didakwa.

    Menanggapi niat The Panasdalam Bank untuk naik banding ditanggapi perwakilan DCDC Pengadilan Musik Addy.

    "Itu sah-sah saja jika mereka ingin banding. Jika ada karya lagi bisa saja mereka diseret lagi. Prosesnya bisa cepat, tergantung kesiapan band," ucap Addy.

    Menurutnya, Panasdalam didakwa di Pengadilan musim karena mereka mengeluarkan karya baru dan eksisestensi mereka di dunia musik.

    Ceuk Pidi Baiq mengatakan sekerang ia sudah tidak ada sangkut paut dengan band yang didirikannya itu.

    Ia berharap ke depannya Panasdalam semakin bagus dalam berkarya. Diakuinya, jika saat ini mungkin Panasdalam masih identik dengan Pidi Baiq.

    "Tapi kan pembandingnya baru mau berangkat. Pasti ke depannya tambah bagus," kata Pidi Baiq.



    Pembela Panasdalam di Pengadilan Musik Sabrina Sameh mengaku tak maksimal dalam membela kliennya. "Sebelumnya sudah pernah nonton. Ya, lumayan dikit-dikit bisa memberikan komentar," tuturnya.

    Seperti biasa Pengadilan Musik dipimpin oleh hakim Man Jasad. Kemudian sebagai jaksa selain Pidi Baiq ada juga Budi Dalton. Edi Brokoli didaulat menjadi panitera.

    DCDC Pengadilan Musik edisi 48 tayang secara virtual Jumat (1/10/2021) malam. (Bobotoh.id/HR)