Teranyar

    The Show Must Go On, Sudah Beradah Di Jalurnyah. Lampaui Target 250 Ribu Peserta KB !

    28 September 2020 07:52
    Kepala BKKBN Jabar, Kusmana menyaksikan langsung pelayana KB
    BKKBN nasional berhasil melayani 287.991 akseptor, Dari jumlah tersebut, 40.787 di antara berasal dari Jawa Barat.
    Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh setiap 26 September dan untuk tahun ini, 2020 memasuki perayaan ke-13, keur BKKBN Jabar menjadi momentum kedua keur mengudag pencapaian target pelayanan peserta KB. Dan, wuizzz..... BKKBN nasional berhasil melayani 287.991 akseptor, melampaui target 250 ribu peserta KB. Dari jumlah tersebut, 40.787 di antara berasal dari Jawa Barat. Warbiasah !

    Nakoda BKKBN Jabar, Kusmana mengrinci, ke-40.787 tersebut terdiri atas 16.348 alat kontrasepsi dalam rahim atau lebih dikenal dengan intrauterine device (IUD) dan 24.439 implan atau susuk plus 152 peserta KB metode operasi pria (MOP) atau vasektomi dan 486 metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi. 

    Tentunya, selain kerja keras kerja pintar, Kusmana yang sempat ketar-ketir juga karena selain jeda waktu pelayanan serentak jilid I dan jilid II terbilang pendek, kurang dari dua bulan, 18 Agustus-26 September, juga pasangan usia subur (PUS) nu jadi sasaran peserta sudah berkurang drastis.

    Bagi Kusmana, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi mitra kerja yang terus mengrojong BKKBN Jabar, seperti
    teman-teman bidan, para dokter, dan para kader penggerak di lapangan. Heuseus dalam rangka pelayanan Hari Kontrasepsi ini, juga kerja sama dengan Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Barat. Selain menjadi perpanjangan jejaring pelayanan, anggota Fatayat NU yang berada pada rentang usia subur menjadi sasaran pelayanan.

    “Tentu kami juga terus menjalin kerjasama dengan mitra kerja Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jabar, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jabar, Tim Penggerak PKK Jabar, dan persatuan dokter spesialis kandungan. Support juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta para jurnalis dan pekerja media yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berancana (IPKB) Jabar,” tambahnya begitu sumangat dan gumbira, dalam pertemuan virtual dalam rangka evaluasi pelayanan serentak Hari Kontrasepsi Sedunia, Sabtu (26/920).

    Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakkan, dan Informasi (Adpin) BKKBN Jawa Barat, Herman Melani menglengkapi kagumbiraan Kusmana soal pemenuhan target nasional sebanyak 43.256 peserta KB ieu. Menurutnya, salah sahiji konci keberhasilan Jabar terletak pada pemetaan akurat target sasaran di masing-masing kecamatan dan kelurahan atau desa. Tenaga lini lapangan bisa langsung eksekusi penggerakkan. Pada saat yang sama, sebagey corong informatsi pihaknya gencar melakukan sosialisasi jeung edukasi ka masyarakat.

    "Proses penajaman sasaran ini lebih mudah dari sisi pengorganisasian, karena para penyuluh KB di bawah binaan langsung BKKBN. Dengan demikian, jalur koordinasinya linier mulai pusat hingga daerah,” jelasnya, juga dengan gumbira karena keinginan masyarakat untuk ber-KB masih cukup tinggi.

    Herman memeunteun pelayanan serentak jilid II memiliki dua tantangan sekaligus. Kahiji, pandemi si Covid-19 yang bikin riweuh dan belum berakhir yang menyieun sejumlah fasilitas kesehatan membatasi pelayanan. Kadua, pendeknya jeda, terlebih, Jawa Barat yang selama ini begitu koncara pohara sebagai Ratu Suntik sejalan dengan tingginya dominasi penggunaan kontrasepsi jenis suntik. Sementara pelayanan serentak Hari Kontrasepsi khusus melayani IUD dan implan.

    Di sisi lain, Herman mengingatkan bahwa kontrasepsi menjadi lebih dari sekadar alat untuk mencegah terjadinya kehamilan. Lebih dari itu, kontrasepsi bertujuan mewujudkan kehidupan reproduksi sehat agar terhindar dari kehamilan tidak diinginkan serta kesakitan dan kematian karena kehamilan terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat atau dekat, dan terlalu sering atau banyak.

    Sementara, Pintauli Siregar, Koordinator Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Jawa Barat menjelaskan, selain pelayanan serentak, peringatan Hari Kontrasepsi Sadunya di isi juga peluncuran aplikasi Klik KB, sertifikasi kompetensi bidan terlatih, lomba covering jingle BKKBN “Berencana Itu Keren”, penyelenggaraan sejumlah webinar, lomba Senam Sajojo dan Sajojo Serentak, dan peresmian Tugu Kontrasepsi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Katanyah peringatan ini bertujuan ningkatkeun komitmen jeung dukungan dari pemangku kepentingan, provider medis, mitra kerja, dan masyarakat dalam mendukung pencapaian program Bangga Kencana. Secara heuseus, bertujuan ningkatkeun pengetahuan jeung wawasan terkait pelayanan KB dan kesehatan reproduksi nu berkwalitas. Juga ningkatkeun komitmen jeung kesertaan PUS dalam program KB.

    "Untuk itu, kami mengembangkan tema khusus yang diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ‘Bersama Mitra Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Pada Adaptasi Kebiasaan Baru.’ Tentu dengan tetap menyeleraskan dengan tema nasional: Pahami dan rencanakan dengan nyaman," ujarnya dengan tegas.

    Ceuk Pintauli, sepanjang bulan pelayanan kontrasepsi dalam rangka peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, Jawa Barat menargetkan pelayanan 43.256 peserta KB untuk dua jenis metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), terdiri atas 32.202 IUD dan 11.054 implan. Jumlah tersebut tersebar di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, dengan target capaian tertinggi ada di Kabupaten Bekasi sebanyak 3.790 peserta KB. Sementara target paling mini ada di Kota Banjar sebanyak 291 peserta KB.

    Target capaian Jawa Barat tersebut diharapkan mampu menggenapi target nasional sebanyak 250 ribu peserta KB selama satu bulan pelayanan. Bersama dengan provinsi-provinsi besar lain di Pulau Jawa, Jabar menjadi penopang utama pengejaran target capaian dalam rangka peringatan ke-13 Hari Kontrasepsi Sedunia pada 26 September 2020. Secara kumulatif, enam provinsi di Pulau Jawa dibebani target 154.492 peserta KB atau sekitar 61 persen dari total target.

    Berbeda dengan target capaian dalam rangka peringatan ke-27 Harganas, kali ini Jawa Timur mendapat target tertinggi sebanyak 45.385 peserta KB. Terpaut 2.129 dari Jawa Barat. Sementara pada momentum pelayanan serentak 1 Juta Akseptor dalam rangka peringatan ke-27 Harganas lalu, Jawa Barat menyumbang hampir sepertiga dari total capaian nasional.

    Yang jelas dengan keberhasilan ini, BKKBN Jabar sudah bekerja di trek nu jelas keur kemaslahatan keluarga. Sudah berada di jalurnyah. Ceuk basa englis mah, kerjanya pasti selalu the show must go on. Bagaimanapun situasi dan kondisinya, termasuk medan nya yang apa boleh buat seperti sekarang ini, gegara virus si Covid yang bikin pohara. Sakses dan selamat BKKBN Jabar, karena kami akan terus bersama. Tidak sekonyong-konyong ada, moal bias dan tidak merongrong...!(Bobotoh.id/HR)

    Ayo Dibeli