Teranyar

    Tiket Online: Kritik Pedas Bomber Untuk Persib!

    18 July 2019 21:25
    Tiket online dianggap belum bisa memberantas calo dan oknum nakal yang mau disogok Bobotoh tak bertiket
    Pro-kontra pemberlakuan tiket pertandingan dengan sistem online masih bergulir hingga pertandingan pekan ke-9. Saat pertandingan kandang melawan Kalteng Putra (16/7/2019) Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar bahkan sampai mengelilingi Stadion SJH untuk memastikan sendiri melongpongnya stadion.

    Salah satu kelompok Bobotoh Persib Bandung, Bomber, juga menyampaikan keberatannya atas pemberlakuan tiket online secara total. Menurutnya, pemberlakuan tiket online mengikis tradisi gotong-royong yang selama ini berjalan sebagai roh organisasi Bomber.

    Ieu Rame Lur:

    Nasihat Jupe Untuk Pemain Penggentosnya

    Lawan PSIS, Robert Tertantang Menyieun Susunan Pemain Baru

    "Komunitas kami bukan bobotoh individual, ada nilai historis. Berangkat bareng, bawa timbel, bahkan saling membantu untuk membeli tiket," demikian pernyataan resmi Bomber yang dirilis melalui akun instagram @bomber.persib, Rabu (17/7/2019).

    View this post on Instagram

    Kritik kami dari bomber untuk @persib_official Cc : Ketua Umum Bomber @asepabdul1933 #MB (@medi_bomber33 )

    A post shared by BOMBER PERSIB (@bomber.persib) on



    Bomber menyatakan mereka tidak alergi dengan penerapan tiket online. Namun mereka menegaskan agar diberlakukan secara bertahap karena dengan penerapan tiket online juga ternyata tidak mampu memberantas calo dan oknum nakal yang memasukan bobotoh tak bertiket.

    Ieu Rame Lur:

    Harapan Robert Pada Ezechiel & Rene

    Permintaan Bang Haji Pardi Pada Penggentos Jupe & Mali

    Bomber juga menegaskan bila bukan keuntungan yang mereka kejar dengan menjal tiket konvensional kepada anggotanya. Karena dengan adanya tambahan atas biaya tiket yang duterapkan organisasi, Bomber bisa mendukung Persib Bandung dengan koreografi dan aktivitas lain di tribun stadion.



    "Semua kegiatan koreografi dan music crew dari udunan anggota. Tidak ada bantuan sedikit pun dari PT PBB. Dengan Rp. 10.000 - Rp. 15.000 kita bisa menghidupkan tribun dan melakukan kegiatan organisasi," tegasnya. (Bobotoh.id/RCK. Foto: AH)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli