Teranyar

    Tok..! Mawang Akhirnya Bebas tina Tuduhan

    1 November 2019 09:23
    Pengadilan Musik menyatakan materinya layak di konsumsi publik



    Ridwan Mawang Sanja Irawan, alias Mawang dijadikan tersangka oleh Pengadilan Musik, salah satu program dari Djarum Coklat Dot Com (DCDC) pada Kamis malam, 31 Oktober 2019 di Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon No. 8A, Bandung. Pria gondrong asal Banjaran, Kabupaten Bandung ini harus duduk di kursi pesakitan dan harus di adili oleh dua Jaksa Penuntut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq.

    Berkas kasus dari alumnus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) yaitu ketika masih aktif kuliah, Mawang bergabung di band Djedje Pump dan Inconsistence. Mereka memainkan musik berbasis rock dengan memadukan konsep pertunjukan teatrikal dan performing art.

    Sementara bersama band Embrio Projexxx, Mawang melakukan eksplorasi di ranah musik eksperimental. Dari mulai penggabungan musik pop, rock, blues hingga musik etnik. Menurutnya, musik sebenarnya adalah keseharian yang dijalani oleh tubuh. Dengan cara bicara, berjalan, bernafas dan banyak aspek dalam hidup bisa dikategorikan ke ranah musikal, karena di dalamnya ada dinamika, aksen, ritme, dan komponen-komponen yang biasanya ada dalam musik.

    Karena menjadi viral, Mawang siap menjawab sekaligus menyatakan kalau aliran musik yang dikerjakannya begitu mumpuni. Dengan bantuan koleganya, Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung sebagai Pembela. Mawang, yang juga berkiprah sebagai guru di beberapa sekolah tingkat menengah dan atas di kota Bandung. Serta mahir memainkan alat musik, seperti gitar dan drum ini akan berjibaku menjelaskan kronologi yang sebenar-benarnya bersama kedua sang Pembela supaya sang Hakim, Man (Jasad) yang jalannya persidangan diatur oleh Eddi Brokoli, bisa memuaskan semuanya. Dan, Hakim tidak 'ketok palu' menyatakan bersalah ! 

    Mawang mengenal musik dari lingkungan keluarga. Lagu-lagu pop Indonesia di era ‘70an yang kerap diputar atau dinyanyikan oleh kedua orang tuanya perlahan membentuk kecintaan Mawang pada musik. Hasratnya terhadap musik mulai terlampiaskan sejak masa perkuliahan. Bersama kawan-kawannya di kampus tahun 2011, Mawang mulai melakukan berbagai jenis eksperimen musik.

    Dikarenakan kesibukan masing-masing individu di band, akhirnya Mawang memutuskan untuk bersolo karir. Saat itu, sudah banyak lagu yang dibuat oleh Mawang yang kerap direkam secara mandiri dan dimainkan di beberapa acara musik. Mawang telah merilis empat buah single yang berjudul ”Aku Kamu”, “Hey Kau Yang Cantik”, “Kelinci Kura-Kura”, dan “Kasih Sayang Kepada Orang Tua”. Hingga akhirnya single yang berjudul “Kasih Sayang Kepada Orang Tua” yang secara iseng diunggah oleh kawannya mendadak viral di YouTube dan mengundang banyak komentar di kalangan warga net. Berawal dari situlah nama Mawang melambung dan mendapatkan banyak perhatian.

    "Kenapa kamu sekolah musik hanya untuk menyanyi ? " tanya Budi Dalton membuka pertanyaan.
    "Supaya hal-hal yang tadinya tidak tahu, menjadi tahu. Kalau yang tadinya tidak tahu menjadi tahu mah, jangan sekolah atuh kang !" jawab Mawang sebari senyum sinis ke pengadil.

    Karena jawaban Mawang dianggap 'ngalor ngidul', sang pengadil menyuruh terdakwa untuk rehat sejenak. Dan memintanya untuk minum.

    Karena seringnya berpindah-pindah band, Mawang yang solois ini dianggap dan didakwa pengadil menjadi salah satu kesalahan dan didakwa bersalah. 

    Namun dengan bantuan sang pembela, akhirnya sidang yang berlangsung hampir 2 jam ini memutuskan atas nama karya, Mawang bebas dari tuntutan dan materinya dinyatakan layak untuk di konsumsi oleh publik. (Bobotoh.id/HR - FT : Joe)


    Ayo Dibeli