Teranyar

    Tommy Welly: Satgas Antimafia Bola Harus Dilanjutkan Jadi Komite

    28 March 2019 19:02
    Satgas Antimafia Bola hanya berlaku untuk masa ketja 6 bulan sejak dibentuk. Tommy mengusulkan agar dibentuk komite pengawas kompetisi
    Komunitas Wartawan Desk Hukum Kota Bandung pada hari ini. Kamis (28/3/2019) menggelar FGD atau Focus Group Discussion di Hotel El Royale, Jalan Merdeka Kota Bandung. Adapun FGD ini membahas tema "Membangun Masa Depan Sepak Bola Indonesia bersama Satgas Antimafia Bola Mabes Polri."

    Salah seorang narasumber yang hadir, Tommy Welly mengatakan bila peran Satgas Antimafia Bola sebetulnya dibatasi oleh waktu. Oleh karena itu ia mengusulkan agar ke depannya tetap diberlakukan sistem pengawasan untuk mengawasi kompetisi sepak bola di tanah air.

    Ieu Rame Lur:

    Umuh Kembali Meminta GBLA Dibongkar & Besinya Dibagikan Ke Masyarakat

    Persib Akan Mendatangkeun Pemain Ke Batam?

    Hal tersebut diutarakan Tommy kepada awak media, Kamis 28/3/2019. Ia menambahkan bila format pengawasan sepak bola pengganti Satgas Antimafia Bola itu bisa diwujudkan, a[akah terpisah atau menjadi bagian dari federasi (PSSI).

    "Apakah Komite Ad Hoc, apakah komite tersendiri. Karena ini kerjanya harus diam-diam, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum sepak bola"
    - Tommy Welly, Pengamat Sepak Bola


    "Kedepannya sistim kerjanya yang perlu ada, bentuknya apakah formatnya masih terpisah atau harus ada didalam federasi dengan nama apa, itu bisa difikirkan. Karena pada dasarnya match fixing kan musuh sepak bola semua, FIFA, semua federasi sepak bola dunia, semuanya ingin melawan termasuk Indonesia," sebut Tommy.

    Ieu Rame Lur:

    Soal Lawan Tanding Persib Di Batam, Ieu Ceuk Kuswara

    Persib Rek Menambih Pemain Eropa, Siapa Yang Dicoret?

    Tommy melanjutkan bila Satgas ke depannya bisa diformulasikan ke dalam bentuk komite. "Apakah Komite Ad Hoc, apakah komite tersendiri. Karena ini kerjanya harus diam-diam, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum sepak bola. Menurut saya secara praktek harus tetap ada untuk memantau jalannya kompetisi."

    Lebih lanjut, Tommy menyatakan bila Pemerintah Indonesia sudah sangat memperhatikan sepak bola, salah satu contohnya adalah dengan keluarnya Inpres atau Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2019 tentang Sepak Bola.

    "Jadi kalau kita bisa tangkap pesannya pemerintah memberikan perhatian yang sangat besar kepada sepak bola. Di satu sisi untuk orang sepak bola sangat esklusif dong, dibantu dari segala sisi kalau itu bisa berjalan secara optimal Inpres itu."

    "Artinya kalau buat cabang olahraga lain mungkin tidak cukup diperhatikan, tapi kalau untuk sepak bola menjadi sangat eksklusif dan sangat spesial. Artinya dari situ saja sudah mulai bisa berjalan, jadi perhatiannya sudah besar. Kalau menurut saya Satgas ini bisa diformulasikan apakah itu namanya Komite Ad Hoc, atau sinergi. Karena dalam pelaksanaan sepak bola tetap membutuhkan kepolisian, bukan hanya izin tetapi hal-hal lain." (Bobotoh.id/FY/RCK. Foto: AH)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli