Teranyar

    Tong menuntut Yang Berlebih, Kalau Kita Tidak Bisa Profesional !

    14 February 2020 11:12
    Karena PSSI ingin dalam penyelenggaraan kompetisi ke depan bisa lebih baik

    Direktur Utama LIB, Cucu Somantri menginginkan para perangkat pertandingan bisa bekerja lebih profesional, hal ini Cucu katakan saat menutup gelaran workshop LGC (Local General Coordinator), LMO (Local Media Officer), LSO (Local Security Officer) yang diikuti perwakilan kontestan Liga 1 dan Liga 2, serta Match Commissioner di Jakarta, Kamis (13/2) siang kemarin.

    Workshop yang digelar sejak 10 Februari itu, menurut wakil Ketua Umum PSSI ini begitu luar biasa. Terutama para match commissioner yang menjalani serangkaian tes.

    Ieu Rame Lur

    Mengudag gelaran liga 1 wasit dan asisten ikut penyegaran dan seleksi

    Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Silahkan menenjo saja di lapangan


    "Saya percaya dengan keobyektifan panitia yang juga ada dari pihak AFC dalam melakukan penilaian, karena kita ingin dalam penyelenggaraan ke depan bisa lebih baik," kata Cucu Somantri.

    Cucu juga berharap match commissioner dan perwakilan klub yang hadir dalam workshop untuk menyampaikan informasi terkait regulasi kepada rekan-rekan di daerah asal, terutama para suporter.  


    "Badan Yudisial PSSI hadir dalam penutupan workshop juga untuk memberikan pencerahan terkait regulasi. Salah satu contoh, terkadang hanya karena ketidak tahuan soal regulasi, suporter dengan bebas menyalakan flares. Padahal membawa ke dalam stadion saja tidak boleh. Hal-hal seperti ini harus kita pahami bersama," tambah Cucu.



    Sebagai penyelenggara, Cucu meminta para perangkat klub untuk lebih profesional dalam bekerja. Perangkat pertandingan harus satu kesatuan, tidak saja profesional.

    "Bagaimana kita menuntut profesionalisme para pemain dan klub, jika kita sebagai penyelenggara tidak profesional?" jelasnya. (Bobotoh.id/HR - PSSI.org)


    Ayo Dibeli