Teranyar

    Tribute To Ebol: A Man Deserve To Called A Legend

    31 December 2018 12:10
    Latihan perdana Eka Ramdani bersama Persib , 13 Desember 2017 silam. kembalinya Eka sempat menghebohkan publik sepak bola Bandung. Foto: Adam Husein
    Tulisan seorang Bobotoh asal bekasi Tatang Hendriana tentang seorang lelaki yang layak digelari Legenda Persib
    Eka Ramdani a.k.a Ebol memutuskan gantung sepatu di Persib diakhir musim 2018 ini. Sebuah cita-cita yang akhirnya tercapai, pensiun di tim yang membesarkan namanya, sebuah tim yang selalu ada di hatinya (walaupun dalam pengembaraan session #1, dan session #2).

    Lahir di Purwakarta 18 Juni 1984 (34 Tahun), Ebol adalah jebolan UNI, salah satu SSB yang getol melahirkan talenta talenta terbaik di Jawa Barat. Bakatnya sudah terendus semenjak junior, dilabeli sebagai gelandang elegan dengan visi bermain yang aduhai.

    Ieu Rame Lur:

    Begini Aktifitas Ghozo Selama Jeda Kompetisi

    Rumor Lopicic Ke Persib, Ini Kata Mantan Agennya


    Ebol memulai karir di Persib pada musim 2002 (20 Caps menurut Wikipedia), tepat setelah Yusuf Bachtiar pensiun di 2001. Sejatinya Ebol dan Yusuf Bachtiar memiliki kemiripan dalam posisi, gaya bermain, postur tubuh , dan jalan karier di timnas Indonesia (sama-sama jadi 2nd option).

    Kurang mendapatkan minute play dan merasa kurang berkembang di Persib (di tahun ini bersaing dengan uwak Ansyari Lubis dan another legend Si Ucing 'Jacky Chan' Yaris Riadi) , Ebol memulai pengembaraan session #1 nya demi mengembangkan diri dan karirnya. Tepat seperti yang dilakukan legenda legenda sepakbola Bandung lainya.

    Ieu Rame Lur:

    Atas Dasar Cinta, Imam Tetap Prioritaskan Persib

    Pemain Ini Masih Membogaan Kontrak Bersama Persib!

    Pengembaraan pertamanya adalah Persijatim di musim 2003, bermain bersama dengan 'public enem' sepakbola Bandung (Memen Durehmen dan Ismet Sofyan). Berkolaborasi dengan pemegang medali 2014 (Tony Sucipto), striker yang menang taruhan banyak di penentuan juara liga 2018 (Rochy Putiray).

    Merasa Sudah cukup modal untuk kembali ke Persib, Ebol comeback ke Persib di musim 2005. Benar-benar menemukan puncak permainannya di medio 2007-2010 ketika dilatih Arcan Iuri danJaya Hartono.

    "Di kurun waktu tersebut Persib adalah Ebol, dan Ebol adalah Persib. Bobotoh full 100% mencintai Ebol, momen ikoniknya adalah gol tendangan jarak jauh ke gawang Perjisa, kawalan Evgeny Kamaruc di Stadion angker Siliwangi (What a strike from out penalty box). Membentur tiang dan masuk ke dalam jala. "



    Gol ke-3 Bekamenga pun berawal dari manuver Cantik Ebol di sisi kanan pertahanan Perjisa. Crossing memutarnya tidak mampu dikuasai Kamaruc dengan sempurna, diceploskeun ku Bekamenga dengan mudah. Kemenangan ikonik yang terjadi karena si Kamaruc sudah down gara-gara tendangan roket Ebol.

    Sayangnya memang catatan karir 2005-2010 Persib masih saja tanpa gelar. Sejarah hanya mencatat Ebol hanya meraih dua gelar 'hampir juara' alias Juara Paruh Musim bersama Persib (2007 bersama pelatih Arcan Iuri dan 2018 bersama pelatih Mario Gomez).

    Bebaskeun Bol, tenang wae, kamu tetep Juara di mata Bobotoh mah!

    Ibarat lagi pacaran sayang-sayangnya ditinggalin, itulah yang terjadi di awal musim 2011. Konflik dengan managemen menyebabkan Ebol memutuskan pindah di musim 2011.

    Gejolaknya cukup luar biasa: ancaman, nyinyiran, penyegelan distro, pembakaran atribut ER8 sempet jadi sorotan media nasional.

    Sayang memang Ebol out harita, padahal mah 'You Deserved to take the trophy in 2014'. Sayang pisan Bol, tapi sakali deui teu nanaon, udah jalan hirup ER8.

    Pasca pindah ti Persib, Ebol kerap pisan pundah pindah klub ti mulai Persisam, PBR, Semen Padang, Sriwijaya FC, dan terakhir di Persela. Tapi da emang punya kualitas dimamana oge selalu weh jadi pilihan utama pelatih.

    Back to Persib di 2018, Bobotoh sudah melupakan tragedi Ebol out di 2010-2011, hampir juara dengan skuad uyuhan 2018, mengalami musim yang naek turun dengan segala dagelan dan keanehan (sanksi, skorsing dll). Minute play Ebol sudah mulai berkurang, visi masih aya, tapi power dan jelajah lapangan lain deui Ebol di 2007-2010.

    Akhir Musim 2018 memutuskan pensiun, sebuah pilihan yang layak dihargai, PENSIUN DI RUMAHMU ADALAH PILIHAN TERBAIK. Dengan segala hormat, Hatur nuhun atas setiap aksimu di PERSIB, Mohon maaf atas ketidaknyamanan di 2010-2011, YOU DESERVED TO CALL A LEGEND.

    THANKS EBOL, SUKSES DI TAHAP SELANJUTNYA! (Bobotoh.id/RCK)

    Penulis seorang Bobotoh Bekasi, Tatang Hendriana yang beraku medsos @t.hendriana


    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.


    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli