Teranyar

    Uang Sogokan Wasit Tergantung Bobotnyah ! Sudah Puluhan Tahun Terjadi

    23 May 2019 20:49
    Jadi dilihat dari lawan, bobot pertandingan dan laga penentuan
    10 tahun yang lalu atau mungkin bisa lebih, untuk urusan membayar sang pengadil supaya bisa memihak ke salah satu tim memang kerap terjadi dan berlangsung tanpa ada cela sedikitpun.

    Dan, pernyataan dari terdakwa kasus mafia bola yang juga mantan anggota Komite wasit PSSI, Priyanto, menyebut pengaturan skor sudah membudaya. Serta dirinya sudah terlibat sejak masih menjadi wasit, setidaknya menjadi jalan supaya kedepannya tidak terulang lagi.

    Ieu Rame Lur:

    Robert Tidak Mau Menyokot Resiko Memainkan Esteban

    Abah Obet Bandingkan Latihan Sore & Malam Hari


    Hal ini disampaikan Priyanto saat dirinya menjadi saksi untuk terdakwa Mantan Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu, dan wasit pertandingan Nurul Farid.

    "Membayar wasit untuk memihak ke salah satu klub itu sudah membudaya sejak dulu. Saat saya masih menjadi wasit sekitar 10 tahun lalu, saya juga sudah menerimanya," 
    - Priyanto, terdakwa kasus mafia bola

    Tapi, untuk mengatur pemberian kepada wasit-wasit pertandingan sepakbola Priyanto mengaku baru pertama kali dilakukan dalam kasus Persibara. Bahkan, selain memberikan sejumlah uang kepada terdakwa Nurul Safarid, ia juga menyebutkan sejumlah wasit lain yang juga menerima uang darinya.

    Priyanto juga menyebutkan, untuk Liga 3 Jawa Tengah, uang yang disetor kepada wasit antara Rp 10 juta, Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per pertandingan. Besaran uang tergantung dari bobot pertandingan.

    "Kalau misalnya pertandingan menentukan tentu lebih besar tetapi kalau pertandingan biasa lebih kecil. Jadi dilihat dari lawan, bobot pertandingan dan laga penentuan," ujarnya di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Banjarnegara, Kamis (23/5/2019). (Bobotoh.id/HR - detikSport)

    Ayo Dibeli