Teranyar

    Uji Coba Aplikasi Sobar, Memere Secercah Warna Berbeda. Mengjawab Tantangan YKI !

    1 October 2020 11:56
    Agar perempuan bisa menenjo tingkat resiko akan terkena kanker Serviks, sehingga bisa melakukan upaya pencegahan secara dini.
    Keur memere pemahaman kesehatan reproduksi dan pelayanan publik terutama mengenai bahaya kanker serviks, penyebab kematian nomor 2 perempuan di Indonesia. Direktorat Kesehatan Reproduksi BKKBN berkolaborasi bareng STIKES Indonesia Maju mengnyieun uji coba dengan nama 'Aplikasi Sobar', di Yayasan Kanker Indonesia Kota Bandung, Rabu (30/9/20). 

    Aplikasi ini berdasarkan penelitian nu dilakukeun Sobar pada 2016 di Universitas Andalas, Padang yang di promotori oleh: Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, MPH dan Prof. Dr. dr. Yanwirasti, PA(K) serta Defriman Djafri, SKM, MKM, PhD. Tujuannya agar perempuan bisa menenjo tingkat resiko akan terkena kanker Serviks, sehingga bisa melakukan upaya pencegahan secara dini.

    Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN Mukhtar Bakti, SH., MA mengcarioskeun persoalan ini kudu diatasi dari hulunya. Mulai remaja kudu dibere pemahaman tentang kesehatan reproduksi yang benar dan juga mengetahui dampak ibu yang belum cukup umur, seperti panggulnya belum siap keur melahirkan menyebabkan terjadinya resiko kesehatan reproduksi.

    Mukhtar ngajelaskeun secara jentré dengan pemahaman remaja yang baik tentang kesehatan reproduksi, maka ketika menikah dan membogaan anak akan lebih baik lagi menjaga kesehatan diri dan bayinya. Selain itu, bayi akan diberi pemenuhan hak reproduksinya seperti ASI eksklusif, kalau dari bayinya sehat maka tentu akan menjadi orangtua hebat dan lansia tangguh.

    Dalam aplikasi yang bisa diakses di kespro.stikim.ac.id ini terdapat penjelasan mengenai definisi kanker serviks, faktor resiko kanker serviks, test IVA dan Pap Smear, upaya pencegahan dini, tanya jawab seputar kanker serviks serta prediksi tentang kanker serviks dengan mengisi data di form yang telah disediakan.

    Aplikasi Sobar ini setelah diuji cobakan dan dilakukan perbaikan maka akan segera diluncurkan pada 2020 yang dapat dimanfaatkan oleh kader KB, komunitas, dan masyarakat umum.

    BKKBN menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI) keur menguji coba aplikasi ini. Dan, Direktorat Kesehatan Reproduksi BKKBN bersafari ke YKI Kota Bogor, Kab. Karawang dan Kota Bandung. Kegiatannya dihadiri oleh perwakilan BKKBN Jawa Barat, DPPKB Kota Bandung, ketua dan jajaran pengurus YKI Kota Bandung berikut dengan para pejuang kanker.

    Ketua YKI cabang Kota Bandung, Siti Muntamah, S.AP. mengapresiasi hadirnya aplikasi Sobar ini. Siti Muntamah mengcarioskan bahwa aplikasi ini memere secercah warna nu berbeda, bisa mengjawab tantangan yang hari ini dihadapi masyarakat, supaya lebih dekat dengan info-info nu benar.

    "Apa itu kanker Serviks, kalau kita gugel itu macem-macem. Saya mengraos aplikasi ini kredibel, karena memang dikeluarkan ku lembaga yang mengurus tentang keluarga. Buat saya, reugreug pisan,” puji Siti.

    Ceuk anggota DPRD Jawa Barat Komisi V ini, dengan adanya aplikasi ini menggampilkan gerak léngkah YKI keur memere sosialisasi secara masif ke masyarakat seperti ke sekolah, posyandu dan masyarakat umum untuk mengecek secara mandiri. Yang dibantos dengan grup-grup WA, media sosial serta kegiatan seperti penyuluhan dan konseling. Karena ini sebuah terobosan yang menyieun pihaknya kudu lebih gencar lagi menyiapkan generasi yang berkualitas. (Bobotoh.id/HR - FT ; novi) 

    Ayo Dibeli