Teranyar

    Ummi Terus Ngegas Dan Menggagas PMBA !

    23 March 2021 22:56
    Diskusi semakin menghangat saat dr. Dian dari Helen Keller International membahas tantangan selama pemberian makan anak sebelum pandemi.
    "Mencegah stunting dapat dimulai dari upaya perbaikan pola makan bayi dan anak serta menciptakan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang yang optimal." 
    -  Ummi Siti Muntamah Oded


    Enam organisasi baik level lokal, provinsi, dan nasional di Kota Bandung yakni Dinas Kesehatan Kota Bandung, TP PKK Kota Bandung, Forum Bandung Sehat (FBS), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Barat dan Meds-On, berkolaborasi dengan Helen Keller International menyelenggarakan webinar bertajuk "Optimalkan Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) untuk Bandung Bebas Stunting” pada Selasa, 23 Maret 2021.

    Tak tanggung-tanggung, hampir 1000 peserta dari berbagai sektor diantaranya organisasi profesi, institusi pendidikan, lembaga pemerintah, puskesmas, LSM, dan masyarakat umum bergabung melalui zoom youtube live.

    Acara yang dihadiri oleh Direktur Gizi Masyarakat, Kemenkes langsung dibuka oleh Gwyneth Cotes sebagai Country Director dari Helen Keller International. Beberapa topik hangat di kalangan para ibu menjadi bahasan dalam diskusi ini.

    "PMBA yang optimal tidak lepas dari pemberian ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) setelah 6 bulan dan tetap menyusui sampai 2 tahun," Gwyneth Cotes membuka acara.

    Ceuk Gwyneth PMBA yang optimal jauh lebih luas daripada hal tersebut, diantaranya pola asuh, lingkungan yang bersih, serta perlindungan keluarga dari pemasaran dan promosi makanan buatan pabrik yang tidak sehat keur balita.

    Diskusi semakin menghangat saat dr. Dian dari Helen Keller International membahas tantangan selama pemberian makan anak sebelum pandemi. Dari hasil kajian nya, hampir seluruh balita (~80%) mengkonsumsi makanan ringan buatan pabrik dan berpemanis. Sebaliknya, hanya sedikit bayi yang memakan sayur dan buah yang kaya vitamin A.

    Upaya optimalisasi praktik PMBA tidak berhenti selama pandemi. Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) bermaneuver dengan memperkenalkan metode telekonseling. Program ini berlangung di 7 puskesmas di Kota Bandung. Ibu yang memiliki bayi/baduta yang memiliki kendala dalam proses menyusui atau memberikan MPASI dapat menghubungi Hotline, website, maupun via Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas.

    Geliat kerja cepat pun terus di gas dan digagas oleh Ketua TP-PKK Kota Bandung sekaligus Forum Bandung Sehat, Ummi Siti Muntamah Oded, dengan banyak program penurunan stunting bertajuk Bandung Tanginas (Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat).

    Ceuk Ummi, program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta sebagai kelompok yang masuk dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

    "Bandung Tanginas berupaya memberikan asupan pangan sehat, pelatihan keterampilan pada kelompok pra-sejahtera, edukasi gizi, pelatihan budidaya lele di dalam ember (budikdamber), pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran (Buruan SAE), dan gerakan BandungSAE (Sadayana ASI Eksklusif)," jelas Ummi lagi.

    Yang jelas keur urusan mencegah stunting kudu dimulai dari upaya perbaikan pola makan bayi dan anak serta menciptakan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang yang optimal.

    "Hal ini dapat diwujudkan dengan kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan inovasi yang berbasiskan solusi, agar terwujud Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis," harap Ummi dengan tegas dan jentre ! (Bobotoh.id/HR)