Teranyar

    Viking Frontline Beri Tanggapan Terkait Kejadian Penyerangan Graha Persib

    30 April 2021 17:35
    Viking Frontline sebagai salah satu kelompok suporter Persib menanggapi kejadian penyerangan Graha Persib beberapa waktu lalu. (Bobotoh.id/AH)
    Mengenai kejadian tersebut, Viking Frontline sebagai salah satu kelompok suporter Persib pun memberikan tanggapan mereka.






    Publik sepak bola Bandung diramaikan dengan kasus penyerangan Graha Persib di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, yang terjadi pada Minggu lalu (25/4/2021). Penyerangan tersebut terjadi sesaat setelah Persib dikalahkan Persija Jakarta dalam Final Piala Menpora 2021.

    Tak lama setelah pertandingan Persib kontra Persija usai, datang sejumlah kelompok yang mengungkapkan kekecewaannya atas performa Persib yang dinilai kurang baik pada dua pertandingan kontra Persija di final Piala Menpora. Mereka yang datang pun mengungkapkan kekecewaannya dengan berteriak yang menjurus kepada buruknya penampilan Persib. Terlebih, Persib kalah dari tim yang disebut sebagai rival mereka, Persija Jakarta.

    Tak hanya mengungkapkan kekecewaannya dengan berbagai teriakan, mereka yang datang ke Graha Persib yang tak lain merupakan kantor dari manajemen Persib itu juga melemparkan beberapa flare atau kembang api ke arah Graha Persib. Meski tak terdapat kerusakan yang berarti, kejadian itu pun sempat mendapat komentar negatif dari bobotoh lain di media sosial.

    Mengenai kejadian tersebut, Viking Frontline sebagai salah satu kelompok suporter Persib pun memberikan tanggapan mereka. Anky Rakhmansyah sebagai Founder dari Viking Frontline pun berpendapat bahwa kejadian penyerangan Graha Persib tersebut tak bisa dibenarkan, tetapi juga tak lantas bisa disalahkan.

    Pasalnya, sebut Anky, dirinya memandang bahwa kejadian itu tentunya pasti ada alasan dari para pelaku untuk melakukan hal tersebut. Meski tidak mengetahui secara pasti motif yang muncul dari para pelaku, Anky menilai buruknya performa Persib saat kalah dari Persija disinyalir sebagai pemantik utama dari mereka yang melakukan aksi.

    "Kemarin saya dengan teman-teman sudah ngobrol masalah kejadian di Sulanjana, intinya kami sepakat dari Frontline bahwa kita tidak bisa menyalahkan pelaku, kami tidak tahu itu pelakunya siapa tapi kami yakin bahwa pelakunya masih muda. Kami pernah ada di era itu, sebenarnya kami tidak membenarkan dan juga tidak menyalahkan begitu saja karena kami dahulu lebih gila dari itu sebenarnya. Cuma menang dahulu zamannya belum seperti ini, kami dahulu melakukan yang lebih ngaco dari itu," ujar Anky Rakhmansyah, saat dihubungi oleh Bobotoh.id.

    "Tapi zaman sudah berubah, kalau misalkan ada anggapan bahwa yang dilakukan pelaku itu adalah benar, ya tidak seperti itu juga. Intinya kami tidak membenarkan, tetapi juga tidak menyalahkan karena ada sebab pasti ada akibat. Karena pasti ada alasan dibalik itu kenapa pelaku melakukan hal itu, apakah karena emosi dan kekesalan,"

    "Mereka juga tidak mungkin seketika melakukan itu, pasti ada alasan. Jika melihat permainan Persib malam itu, bukan perkara kalah atau menangnya, tapi tidak ada perlawanan dari Persib. Mungkin itu yang membuat kesal." tutur Anky. (Bobotoh.id/RR)