Teranyar

    Warbiasah, Anugerah Manggala Karya Kencana (MKK) Disematkan Keur Yani Jatnika. Pengobar Semangat !

    4 September 2020 10:42
    MKK merupakan penghargaan yang tertinggi dari kepala BKKBN nu dikasihkeun kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan TP PKK atas komitmen dukungan dan dharma bakti besar dalam program Bangga Kencana.

    Kita memang sedang dibikin ketar-ketir dan kita juga dibikin riweuh oleh berbagai cerita si Covid-19. Panik, iya. Tapi waspada itu juga perluSelebihnya nalar akal sehat yang juga harus dijaga dalam menerima berbagai informatsi, seputar virus yang kurang ajar ini.

    Namun, ada yang
    w
    arbiasah
    dan harus kita acungi jempol secara heuseus untuk dedikasi yang telah dilakukan Hj. Yani Jatnika. Dengan segala jurus, memere kabar dan mengobar semangat yang tiada henti, serta apa boleh buat kalau medannya memang harus ditempuh dengan cara begini, adanya si Covid.

    Akhirnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi ini mendapat penghargaan dari BKKBN Pusat berupa anugerah Manggala Karya Kencana (MKK). MKK merupakan penghargaan yang tertinggi dari kepala BKKBN nu dikasihkeun kepada GubernurBupati, Wali Kota, dan TP PKK atas komitmen dukungan dan dharma bakti besar dalam program Bangga Kencana.

    "Kami bersyukur atas penghargaan yang diberikan, tapi kami masih belum puas karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami atasi seperti stunting, pernikahan anak di usia dini, dan masalah 1000 Hari Pertama Kehidupan. Hal ini menjadi sangat penting karena akan mempengaruhi kualitas dari generasi bangsa," tuturnya, sangat merendah, Kamis (3/9/20).  

    Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, MRepSc, PhD mengungkapkan kalau Ibu Yani Jatnika berperan dengan memberikan dukungan penuh pelaksanaan Bangga Kencana di Kabupaten Sukabumi. Dan, ini menjadi dasar ker memere apresiasi. 

    Lebih jauh Prof. Damanik juga mengcarioskeun soal stunting, pernikahan anak usia dini dan 1000 hari kehidupan, memang menjadi permasalahan kompleks yang tidak bisa di tuntaskan hanya dengan memfokuskan 1 permasalahan saja. Permasalahan yang berantai menyebabkan penyelesaian masalah pun harus di lakukan secara bersamaan.
     

    "Masalah stunting, 1000 hari kehidupan, hingga pernikahan anak usia dini, menjadi masalah serius yang tidak bisa di tuntaskan hanya dengan memfokuskan satu titik saja. Kami harus menyelesaikan permasalahan tersebut secara bersama sama dan beriringan, maka dari itu BKKBN selalu menggandeng stakeholder yang strategis seperti PKK ini untuk bersama sama menuntaskan permasalahan besar yang menghambat perkembangan bangsa," ujarnya. 

    Prof. Damanik menerangkan, Jawa Barat sebagai lumbung kehidupan Indonesia menjadi fokus utama BKKBN untuk mengatasi stunting, mengapa demikian karena di Jawa Barat hampir setengah populasi kehidupan masyarakat Indonesia ada di Jawa Barat, sehingga penting bagi Jawa Barat mampu menekan angka stunting hingga di bawah 20% sesuai anjuran PBB.

    Dalam pemberian anugerah ini, selain Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Kusmana ,turut hadir juga Bupati Sukabumi, Drs. H. Marwan Hamami, MM, beserta jajaran DPPKB Kabupaten Sukabumi.
     
    Dalam kesempatan tersebut Bupati Sukabumi menyerahkan kendaraan operasional mobil unit penerangan (Mupen) kepada DPPKB Kabupaten Sukabumi. Termasuk menyerahkan piagam penghargaan bagi pengelola program Bangga Kencana tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2020 kepada sejumlah UPT Pengendalian Pendudukan. (Bobotoh.id/HR - FT : Wildan)





    Ayo Dibeli