Teranyar

    Wujud Dukungan Warbiyasah Desa Sukahayu, Sumedang. BKKBN Jabar, Salut. !

    11 December 2020 10:18
    Nakhoda BKKBN Jawa Barat Kusmana begitu mengapresiasi inisiatif Kepala Desa Sukahayu dalam penyelenggaraan AKJJ (NJP)
    Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah desa sudah menyadari pentingnya menyiapkan sebuah masyarakat berkualitas mulai dari keluarga. Keluarga berkualitas menghasilkan masyarakat berkualitas.
    Akademi Keluarga Jabar Juara (AKJJ) Kelas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dihelat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sumedang resmi mewisuda 130 lulusannya pada Kamis, 10 Desember 2020.

    Nakhoda BKKBN Jawa Barat Kusmana begitu mengapresiasi inisiatif Kepala Desa Sukahayu dalam penyelenggaraan AKJJ dengan memanfaatkan alokasi dana desa. Kusmana mementeun inisiatif ini menjadi kata kunci keberhasilan penanggulangan stunting di Kabupaten Sumedang.

    “Ini wujud dukungan luar biasa pemerintah daerah untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah desa sudah menyadari pentingnya menyiapkan sebuah masyarakat berkualitas mulai dari keluarga. Keluarga berkualitas menghasilkan masyarakat berkualitas. Masyarakat berkualitas menghasilkan bangsa berkualitas,” ungkap pria yang selalu gumbira dan menggumbirakan banyak orang ini.

    Pria yang kerap disapa Ayah Uung ini mengomongkeun kalau keluarga merupakan 'entry point' program Bangga Kencana. Dan, pembangunan keluarga berlangsung secara simultan sesuai siklus kehidupan manusia. Dengan demikian, program bergulir dan menyasar calon-calon keluarga atau remaja, keluarga itu sendiri, 1000 hari pertama kehidupan (HPK), hingga lanjut usia (Lansia).

    Di bagian lain, Analis Pengembangan Program Bina Anak BKKBN Mila Yusnita menjelaskan, AKJJ merupakan transformasi dari Akademi Keluarga Hebat Indonesia yang digagas Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB University bekerjasama dengan BKKBN pada 2018 lalu. Program ini merupakan edukasi keluarga yang diikuti keluarga yang memiliki anak usia di bawah dua tahun atau ibu hamil untuk pencegahan stunting.

    Dalam program ini, sambung Mila, keluarga mengikuti edukasi selama 14 kali pertemuan dengan 14 materi terstruktur. Selama mengikuti kegiatan, keluarga mendapatkan pengetahuan sekaligus praktik pelaksanaan fungsi keluarga yang merupakan materi pokok dalam kegiatan AKJJ. Materi pendukung yang diberikan adalah pengetahuan dan praktik pengasuhan, mengelola keuangan keluarga, perkembangan tugas keluarga di periode 1000 HPK, dan menjadi pribadi tangguh dalam keluarga.

    “BKKBN dan IKK IPB menyusun model, mengembangkan pilot project. Selanjutnya, pemerintah daerah mengadopsi program ini untuk dilaksanakan di daerah masing-masing. Menurut catatan kami, pada saat ini baru berlangsung di Jawa Barat. Salah satunya di Kabupaten Sumedang ini. Kami berharap ke depan bisa berlangsung secara nasional. Dengan demikian, upaya percepatan penurunan stunting bisa berjalan lebih efektif,” terang Mila.

    Sementara itu, Kepala DPPKB Kabupaten Sumedang Ani Gestapiani menjelaskan, pemilihan Desa Sukahayu sebagai tempat bergulirnya AKJJ tidak lepas dari adanya penetapan 10 desa prioritas percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Sumedang. Ke-10 desa tersebut merupakan daerah dengan prevalensi tinggi se-Kabupaten Sumedang.

    “Kami terus berupaya melakukan akselerasi penanggulangan stunting. Salah satunya melalui AKJJ di 10 desa prioritas. Kami juga memiliki istrumen lain melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Desa -Sakip Desa. Upaya-upaya ini mengantarkan Kabupaten Sumedang sebagai daerah dengan program penanganan stunting terbaik di Jawa Barat,” ungkap Ani.(Bobotoh.id/HR -wartakencana)