Teranyar

    Yang Garis Keras Tenjo Persib Dengan Gayanya Sendiri. Tanpa membuat denda, Tanpa Kekacauan. !

    3 April 2020 17:34
    Kita lagi berproses ya (jadi lebih baik). Kita inginnya jadi lebih baik. Harapnya positif semua. Dan, harusnya jangan ada lagi.
    Dihubungi via telpon, Jum'at (3/3/320) tadi, Ketua Viking, Heru Joko membicarakan soal sanksi dari Komdis PSSI terhadap Persib, saat laga Maung Bandung versus Persela Lamongan, 1 Maret 2020 saat suporter masuk ke area lapangan yang berujung hukuman denda sebesar Rp. 30.000.000.

    "Ya, kan kita lagi berproses ya (jadi lebih baik). Kita inginnya jadi lebih baik. Harapnya positif semua. Dan, harusnya jangan ada lagi. Kan kita sering nonton, dan disuguhi pertandingan sepak bola luar negri, bahwa sepak bola teh harus jadi tontonan keluarga," ujar Heru Joko.


    Ieu Rame Lur

    Lelang jersey keur kemanusiaan dari Uyung

    Seminggu latihan di imah saja, skuat Robert ngirim video !


    Jelas Heru lagi, buat suporter yang garis keras menonton dengan gayanya sendiri, tapi tanpa membuat denda. Tanpa membuat kekacauan. Kan ada aturan-aturannya, rule nya jelas. Karena ini bukan yang pertama kali, Heru melihatnya semua ada andil. Antisipasinya kumaha atuh ?

    "Jadi kan didalam stadion itu ada banyak elemen, bukan hanya supporter saja. Di dalamnya ada panpel, ada petugas. Semuanya sesuai dengan protap saja, saya yakin beres, jadi ada panpel petugas dan penonton. Itu teh satu kesatuan yang harus saling berkesinambungan," jelas Heru lagi.

    Yang pasti kalau imbauannya, saling mengingatkan sama yang dipinggirnya. Terus suporter dan bobotoh harus tahu, itu flair3 sudah banyak tidak disukai banyak orang.



    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?






    Kalau dulu kan, banyak disukai banyak orang. Sekarang sudah banyak yang kontra. Jadi ajak Heru, hayu, tiap kelompok babarengan bikin persib jadi percontohan di indonesia, apalagi timnya lagi bagus, ya komponennya harus bagus juga.

    "Ada yg beranggapan flaire itu ungkapan semangat, cara menyampaikan kecintaan. Sudah kita rubah paradigma itu mah, mahal eta teh flaire. Hayu kita rubah ungkapan itu jangan lewat flaire, masih banyak lah. Kita bikin banyak kreasi, kita banyak bikin karya. Kita bikin lah yang lain, karena itu sudah dilarang sama regulasi dimanapun," tambahnya sambil menutup salutan telepon. (Bobotoh.id/FY - FT : AH) 

    Ayo Dibeli